Kemlu Ungkap Isi Surat Duka Cita Prabowo atas Wafatnya Khamenei

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, menjelaskan isi surat duka cita dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Masoud Pezeshkian. Surat tersebut merupakan ungkapan duka cita resmi dari Indonesia atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu.

Beberapa hari setelah kabar kematian itu, tepatnya Selasa (3/3), Menteri Luar Negeri Sugiono menyerahkan surat duka cita dari Presiden Prabowo kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

“Dalam pertemuan Menteri Luar Negeri kita dengan Dubes Iran di Jakarta, Pak Menlu menyampaikan surat dari Presiden kepada Presiden Iran yang berisi belasungkawa,” kata Yvonne dalam konferensi pers di kantor Kemlu, Jumat (6/3).

Yvonne menjelaskan bahwa penyampaian surat antarkepala negara merupakan bentuk komunikasi diplomatik yang resmi sekaligus personal.

“Sebenarnya penyampaian surat dalam komunikasi diplomatik adalah salah satu bentuk yang paling personal dan intens antarkepala negara. Surat merupakan official channel of communication,” ujarnya.

Menurut Yvonne, isi surat tersebut diawali dengan ucapan belasungkawa dari Presiden Prabowo kepada pemerintah dan rakyat Iran.

“Paragraf pertama berisi condolences dan solidaritas kepada rakyat serta pemerintah Iran,” terang dia.

Yvonne menegaskan pemerintah Indonesia terus mendorong deeskalasi konflik Iran.

“Kami selalu menyerukan kepada semua pihak, saya ulangi, semua pihak, untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Yvonne.

“Fokus Indonesia saat ini adalah deeskalasi dan dialog, serta mendorong semua pihak menempuh jalur dialog dan solusi diplomatik guna mencegah lebih banyak korban serta menjaga stabilitas kawasan,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Santo Darmosumarto turut menjelaskan terkait tawaran Presiden Prabowo untuk menjadi mediator dalam krisis di Iran.

“Ketika Presiden menyampaikan kesediaannya untuk aktif mendorong mediasi, itu bukan berarti Indonesia langsung mengambil peran tanpa syarat. Maksudnya, Indonesia menyatakan kesiapan,” kata dia.

“Jika ada permintaan dari semua pihak yang terlibat dalam konflik saat ini agar Indonesia berperan sebagai honest broker atau mediator,” imbuhnya.

Pemerintah Indonesia saat ini juga terus melakukan kontak diplomatik dengan negara-negara terkait untuk melihat kemungkinan peran tersebut.

“Kami juga melakukan kontak diplomatik dengan negara-negara tersebut untuk mengetahui bagaimana Indonesia dapat memainkan peran sebagai honest broker. Namun yang paling penting adalah Indonesia sudah menyatakan kesiapan bahwa kami siap jika dibutuhkan oleh negara-negara di Timur Tengah,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Delpedro usai Divonis Bebas: Kami Harap Tak Ada Perlawanan Hukum Lagi dari Kejaksaan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Penjualan Toyota Veloz Hybrid EV Diklaim Lampaui 5.000 Unit
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-detik Kakak Tiri Habisi Nyawa Adik Secara Brutal di Bandung Barat, Ternyata Tetangga Sempat Lihat Ini
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya: Pencairan THR untuk ASN Rampung Pekan Depan
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bos Pajak Pede 8,5 Juta Wajib Pajak Lapor SPT Sebelum Akhir Maret 2026
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.