Pihak pengembang perumahan masih menunggu hasil kajian dari tim geologi terkait peristiwa tanah amblas yang terjadi di kawasan Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Sedayu, Bantul. Langkah perbaikan belum dilakukan karena pengembang ingin memastikan penanganan dilakukan sesuai rekomendasi teknis dari pihak berwenang.
Pelaksana lapangan pengembang, Hertanto, mengatakan saat ini pihaknya menunggu arahan dari tim geologi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia menyebut pengembang tidak ingin mengambil tindakan tergesa-gesa sebelum ada kepastian hasil kajian.
“Kalau dari pihak pengembang, menunggu rekomendasi dari tim geologi. Nanti bisa apa yang harus dikerjakan, nanti kita menunggu informasi dari sana,” ujar Hertanto ditemui Pandangan Jogja di kantornya, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan keputusan menunda penanganan sementara juga mengikuti saran aparat setempat. Pengembang memilih menunggu arahan resmi agar langkah yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Hertanto menegaskan pada prinsipnya pengembang tetap bertanggung jawab atas perbaikan fasilitas yang terdampak, seperti jalan, saluran air, maupun talut di kawasan tersebut. Namun pelaksanaan perbaikan akan dilakukan setelah ada rekomendasi teknis.
“Sebenarnya urugannya udah lama. Kita urug tanah 2006,” kata Hertanto.
Jalan Amblas 50 Cm, Rumah Warga Retak
Retakan tanah terjadi di kawasan Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Sedayu, Bantul setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.
Pantauan Pandangan Jogja di lokasi, salah satu titik retakan menyebabkan jalan amblas sekitar 50 sentimeter. Peristiwa itu membuat satu keluarga mengungsi, dua rumah mengalami keretakan dan penurunan pondasi, tiang listrik miring, serta tembok dan lantai masjid di sekitar lokasi ikut retak.
Salah satu warga, Mulyono (54), mengatakan rumahnya yang berada di dekat titik retakan mengalami kerusakan pada tembok, plafon, dan keramik lantai. Ia mulai menempati rumah tersebut sekitar empat hingga lima tahun lalu.
“Beberapa di rumah pecah-pecah dinding sama keramiknya. Atap plavon bareng juga pecahnya karena ketarik dari bawah,” kata Mulyono ditemui di area rumahnya.





