Keluarga Golkar Fadia Arafiq Berkasus Korupsi, Apa Kata Bahlil?

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq, suaminya yakni Ashraff Abu yang merupakan anggota DPR, dan anaknya yakni Sabiq Ashraff yang merupakan anggota DPRD Pekalongan, semuanya berasal dari Partai Golkar dan berada dalam sorotan kasus korupsi yang sama. Apa kata Golkar?

"Kita tunggu proses hukum saja ya, kita hormati (proses) hukum ya," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026) malam.

Baca juga: Ashraff Abu Suami Fadia Arafiq adalah Anggota DPR Berharta Rp 42,2 M

Saat ditanya apakah Golkar akan mengklarifikasi temuan KPK kepada Ashraff dan Sabiq, Sarmuji hanya menjawab normatif.

"Kita serahkan proses hukum," ucapnya.

KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA Sekjen Partai Golkar Sarmuji saat ditemui di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026) malam.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia enggan merespons perihal kasus korupsi Bupati Pekalongan ini.

"Ah sudahlah, (lagi) Nuzulul Quran," kata Bahlil.

Baca juga: KPK Sebut Duit Dibagi ke Keluarga: Fadia Arafiq Rp 5 M hingga Anak Rp 7 M

KPK sebut duit kkorupsi Fadia mengalir ke suami dan anaknya

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap aliran uang ke keluarga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Rp 19 miliar terkait kasus dugaan korupsi pengadaan outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan.

KPK menduga uang tersebut berasal dari proyek-proyek yang dimenangkan PT RNB (Raja Nusantara Berjaya) di Pemkab Pekalongan.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, sepanjang tahun 2023 sampai 2026, terdapat transaksi masuk ke PT RNB senilai Rp 46 miliar yang bersumber dari kontrak antara PT RNB dan Perangkat Daerah di Pemkab Pekalongan.

“Dari uang tersebut, yang digunakan untuk pembayaran gaji pegawai outsourcing hanya sebesar Rp 22 miliar. Sisa di antaranya, dinikmati dan dibagikan kepada keluarga Bupati dengan total mencapai Rp 19 miliar (sekitar 40 persen) dari total transaksi,” kata Asep di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Asep merinci pembagian uang tersebut di antaranya:

- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebesar Rp 5,5 miliar;

- Mukhtaruddin Ashraff Abu (suami bupati) Rp 1,1 miliar;

- Rul Bayatun selaku Direktur PT RNB Rp 2,3 miliar;

- Muhammad Sabiq Ashraff (anak bupati) Rp 4,6 miliar;

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

- Mehnaz (anak bupati) Rp 2,5 miliar;

- Serta dilakukan penarikan tunai sebesar Rp3 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Yahya Yakin Presiden Prabowo Punya Modal Kuat Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Cara Hemat Beli Baju Lebaran
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kesiapan Penerjemah Menghadapi Era AI: Kuliah Tamu FIB Unhas Tekankan Peran Sentral Manusia dalam Sworn Translation
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Susi Susanti Prihatin Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Dukung Langkah Tegas Erick Thohir
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Polresta Kendari Tetapkan Tersangka Kasus Travek Umroh  
• 15 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.