Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong percepatan transformasi sektor penerbangan nasional melalui digitalisasi layanan hingga modernisasi sistem navigasi.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan langkah transformasi ini perlu dilakukan melalui pendekatan strategis yang melibatkan regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan.
"Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, setiap gangguan layanan penerbangan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan," kata Dudy dalam siaran pers, dikutip Jumat (6/3/2026).
Dia menambahkan beberapa isu yang sering menjadi sorotan publik di sektor penerbangan saat ini di antaranya adalah terkait keterlambatan penerbangan (flight delay), fasilitas bandara yang belum sepenuhnya optimal, serta pengalaman perjalanan penumpang yang belum sepenuhnya memuaskan.
Di sisi lain, lanjutnya, industri penerbangan juga menghadapi dinamika eksternal yang tidak ringan, seperti fluktuasi harga bahan bakar avtur, kebutuhan investasi teknologi dan infrastruktur, serta tuntutan peningkatan standar keselamatan penerbangan yang semakin tinggi.
Menurutnya, demi memperkuat daya saing industri penerbangan nasional di tengah dinamika global, percepatan transformasi penerbangan sangat perlu dilakukan. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan kepada masyarakat.
Baca Juga
- Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Gencar Rampcheck dan Mudik Gratis 2026
- Menhub: Simpul Transportasi Mudik Lebaran Butuh Penguatan Tim Medis
- Menhub Siapkan 841 Kapal Angkut 3,2 Juta Penumpang Mudik Lebaran 2026
Dudy mendorong para pelaku industri penerbangan untuk melakukan sejumlah langkah strategi untuk mendorong perubahan di sektor ini. Antara lain melalui penguatan digitalisasi layanan penerbangan atau Smart Aviation.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan konsep Airportpreneurship agar bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi.
Modernisasi sistem navigasi penerbangan dan peningkatan kualitas infrastruktur juga perlu dilakukan dalam transformasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat keselamatan dan ketepatan waktu penerbangan.
Dalam mendorong transformasi sektor penerbangan, pemerintah menekankan empat faktor penting yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Keempatnya adalah aspek keselamatan dan keamanan (safety and security), sinergi dan kolaborasi, perhatian pada detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai ketidakpastian.
Dudy mengatakan transformasi sektor penerbangan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama erat antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan yang terintegrasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.





