Cerita Ojol 11 Tahun Jadi Mitra di Jakbar, Dapat BHR Cuma Rp250.000

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya, pemberian Bantuan Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online (ojol) kembali menjadi sorotan.

Meski sebagian pengemudi telah menerima pencairan insentif tersebut, banyak di antara mereka menilai nominal yang diterima tidak sebanding dengan potongan yang harus mereka tanggung dari pihak aplikator.

Teguh (36), seorang pengemudi ojol yang telah bekerja selama 11 tahun, mengaku sudah menerima pencairan BHR. Namun, jumlah yang diterimanya dinilai relatif kecil dibandingkan lamanya ia bekerja sebagai mitra pengemudi.

Baca juga: Cerita Ojol soal BHR Lebaran: Cemas Menunggu, Sedih Tak Dapat, hingga Uangnya Habis

"Saya THR dapet Rp250.000, kemarin ditransfernya. Jadi driver sih sudah 11 tahun ya total, dari awal-awal," ungkap Teguh saat ditemui Kompas.com di sebuah pangkalan ojek kawasan Grogol Petamburan, Jumat (6/3/2026).

Teguh menjelaskan, besaran BHR yang diterima setiap pengemudi tidak sama. Nominalnya bergantung pada tingkat performa atau level akun masing-masing pengemudi.

"Beda-beda emang semua driver, ada yang bisa dapet Rp400.000, Rp500.000, paling gede sampai Rp900.000. Bedanya dari performa. Ada level-levelnya. Ada Jawara, Andalan, Harapan. Jadi tiap level itu beda-beda dapet THR-nya," jelasnya.

Untuk mendapatkan nominal tertinggi sebesar Rp900.000, seorang pengemudi harus mampu mempertahankan level tertinggi, yakni Jawara, selama 12 bulan penuh dalam setahun.

Menurut Teguh, syarat untuk mencapai level tersebut juga tidak mudah. Pengemudi harus menerima seluruh pesanan tanpa melakukan pembatalan atau menolak order.

"Kemarin saya Jawara-nya cuma empat bulan, sisanya enggak. Jadi dapetnya Rp250.000. Memang kalau mau dapet Rp200.000-an minimal harus Jawara empat kali," tambahnya.

Pengemudi ojol lainnya, Amri (35), juga mengaku telah menerima BHR dengan nominal serupa, yakni sekitar Rp200.000.

Baca juga: Sejumlah Pengemudi Ojol Tak Terima BHR 2026, Terkendala Syarat Minimum Order

Tak sebanding potongan aplikasi

Di balik pencairan insentif tahunan tersebut, Teguh justru menyoroti potongan harian dari pihak aplikator yang dinilainya cukup besar.

Ia menilai BHR maksimal senilai Rp900.000 per tahun tidak sebanding dengan potongan program yang harus ditanggung pengemudi setiap bulan.

"Padahal kami aja ngasih aplikasi sebulan Rp 600.000, potongan. Potongan itu dari program Hemat, jadi memang aplikator enggak mampu ngasih program yang menyejahterakan driver," keluhnya.

Menurut Teguh, potongan tersebut berkaitan dengan program promo bernama "Hemat". Jika pengemudi menyelesaikan lebih dari 10 pesanan dari layanan tersebut, maka pendapatan mereka akan dipotong Rp20.000 per hari oleh aplikator.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Pokoknya kalau dapat orderan di atas 10, itu aplikator ngambil Rp 20.000 dari program Hemat itu. Jadi mereka nyari tambahan uangnya dari driver, bukan dari customer," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prihatin Medsos Diisi Saling Mencaci, Dasco Serukan Persatuan Nasional
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Kabupaten Tangerang Sabtu 7 Maret 2026
• 13 jam lalukompas.com
thumb
BRI KPR Hadirkan Ragam Kemudahan untuk Wujudkan Rumah Impian
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Britney Spears Ditangkap atas Dugaan Mengemudi Mabuk di California, Dijadwalkan Hadir di Pengadilan Mei 2026
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Presiden Prancis Sambut Baik Langkah Indonesia Larang Medsos untuk Anak
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.