REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA -- Iran belum berhenti menggempur fasilitas-fasilitas sipil di Kota Manama, Bahrain yang diduga menjadi markas pasukan Amerika Serikat (AS). Pada Jumat (6/3/2026), Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan serangan di Manama menargetkan dua hotel dan satu bangunan tempat tinggal.
Tim pertahanan sipil dan pihak berwenang segera menanggapi untuk mengamankan lokasi terdampak tersebut. Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional terkait perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Amerika Serikat (AS) di satu pihak dengan Iran di pihak lain. Konflik tersebut melibatkan saling serang menggunakan rudal dan drone di berbagai wilayah di Timur Tengah.
Baca Juga
Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Umumkan Bakal Konversi 120 Juta Motor Jadi Motor Listrik
Coba Dekati Selat Hormuz, USS Abraham Lincoln Kabur Usai Dihantam Drone-Drone Iran
IRGC Rilis Video Luncurkan Rudal Khorramshahr-4 Menuju Tel Aviv
Bahrain menampung fasilitas penting militer AS, termasuk markas United States Fifth Fleet yang sudah lebih dulu diserang oleh Iran pada Sabtu pekan lalu. Hal itu membuat Bahrain menjadi salah satu pihak yang memantau perkembangan keamanan secara cermat di tengah eskalasi konflik berlangsung di kawasan tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)