Tangsel, ERANASIONAL.COM– Kantor Wilayah Bea Cukai Banten memberikan fasilitas kepabeanan berupa Tempat Penyelenggara Pameran Berikat (TPPB) dalam pameran Indonesia Internasional Furniture Expo (IFEX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Adapun pameran IFEX 2026 diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mabel dan Kerajinan Indonesia (HMKI) berkerja sama dengan Dyandra Promosindo
Pameran yang berlangsung pada 5–8 Maret 2026 ini menghadirkan lebih dari 500 peserta pameran dengan lebih dari 5.000 produk unggulan, serta diproyeksikan menarik lebih dari 15.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Banten, Iwan Agung, menjelaskan bahwa fasilitas kepabeanan tersebut memberikan berbagai kemudahan dalam proses perizinan maupun kegiatan operasional selama pameran berlangsung.
*Melalui fasilitas ini, barang pameran yang berasal dari luar negeri memperoleh penangguhan bea masuk serta tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI). Pemberian sekaligus pengawasan fasilitas TPPB tersebut dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Bea Cukai Banten sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pameran berskala internasional di Indonesia,”ujarnya dalam keterangan tertulis di Tangerang, Jumat (6/3/2026).
Iwan menambahkan produk yang ditampilkan dalam pameran ini mencakup furnitur berbahan kayu, rotan, dan bambu, serta berbagai produk dekorasi rumah, kerajinan, dan desain interior yang menjadi andalan industri kreatif Indonesia.
Nilai Transaksi 320 Juta Dolar AS
Lanjut ia mengatakan penyelenggara menargetkan nilai transaksi hingga 320 juta dolar AS dari ajang ini, sekaligus memperkuat ekspor furnitur Indonesia ke berbagai negara tujuan.
“Hal ini diwujudkan antara lain melalui pemeriksaan pabean yang dilakukan secara selektif di tempat penimbunan berdasarkan manajemen risiko, sehingga kelancaran arus barang tetap terjaga tanpa mengurangi aspek pengawasan,” jelasnya.
Lanjut ia mengatakan keikutsertaan ratusan perusahaan dalam ajang ini mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap prospek pasar global.
“Berbagai buyer dari kawasan Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia diperkirakan hadir untuk menjajaki kerja sama dagang dan melakukan transaksi langsung dengan produsen Indonesia,” ujarnya..
Melalui penyelenggaraan IFEX 2026, ekspor furnitur nasional diharapkan terus meningkat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok furnitur dunia.
“Pameran ini juga menjadi bukti bahwa industri furnitur Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar internasional, dengan dukungan pelayanan kepabeanan yang semakin optimal,” tandasnya.





