EtIndonesia. Ketegangan perang di Timur Tengah semakin meningkat. Setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang melintas, dilaporkan bahwa tujuh kapal tanker Korea Selatan yang mengangkut minyak mentah terjebak di kawasan tersebut. Pemerintah Korea Selatan segera mengaktifkan langkah darurat dan meminta kapal-kapal itu berpindah ke perairan yang lebih aman.
Menurut laporan Reuters, dari tujuh kapal tanker yang terdampak, tiga di antaranya mengangkut minyak mentah untuk perusahaan penyulingan Korea Selatan. Setiap kapal membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, dengan total sekitar 6 juta barel yang terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan telah segera mengaktifkan langkah penanganan darurat dan meminta kapal-kapal terkait untuk berpindah ke wilayah laut yang lebih aman.
Menurut laporan Korea JoongAng Daily yang mengutip Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan, saat ini terdapat sekitar 40 kapal dagang Korea Selatan yang beroperasi di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, dengan 26 kapal berada di dalam wilayah selat tersebut.
Pemerintah Korea Selatan telah meminta kapal-kapal yang berlayar di dekat selat itu untuk segera menuju wilayah aman, sekaligus melarang kapal Korea Selatan lainnya memasuki jalur pelayaran tersebut.
Berdasarkan data dari platform pelacakan kapal MarineTraffic yang dianalisis oleh Reuters, diperkirakan saat ini setidaknya 200 kapal tertahan di perairan dekat negara-negara utama penghasil minyak di Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut sebagian besar berlabuh di perairan terbuka di dekat pantai Irak, Arab Saudi, dan Qatar.
Pada saat yang sama, ratusan kapal lainnya juga tertahan di luar Selat Hormuz dan tidak dapat memasuki pelabuhan.
Sumber : NTDTV.com





