Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bali mencatat sebanyak 20 jemaah umrah pulang dengan kondisi aman dan selamat di tengah perang Amerika Serikat (AS)-Israel Vs Iran. Jemaah tiba di Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (4/3), pada pukul 20.30 WITA.
"Alhamdulillah sekitar pukul 20.30 WITA, 20 jemaah telah mendarat dengan selamat,” kata Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kemenhaj Bali, H. Masruhan dalam siaran pers, Jumat (6/3).
Seorang jemaah umrah bernama Yeni mengaku bersyukur dapat pulang dan berkumpul dengan keluarga di Bali. Menurutnya, rombongan melaksanakan ibadah umrah dengan lancar.
Yeni tak mendengar adanya dinamika politik di kawasan timur tengah, termasuk adanya pengeboman di daerah Riyadh Arab Saudi.
Di Bandara Jeddah, Yeni dan rombongan tidak mengalami kendala keberangkatan.
“Di tanah suci kami sama sekali tidak mendengar dinamika yang terjadi. Semuanya terlihat aman-aman saja, sehingga kami tetap fokus menjalankan ibadah," kata Yeni.
Kemenhaj mencatat ada sekitar 78 jemaah umrah dari Bali. Para jemaah yang sudah pulang sekitar 20, jemaah yang masih tertahan sebanyak 28 orang dan 25 jemaah lainnya masih melakukan ibadah umrah.
Kepala Kanwil Kemenhaj Bali, H. Mahmudi mengatakan, PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) tengah mencari rute penerbangan alternatif lain untuk memulangkan jemaah yang masih tertahan.
”Kami sudah komunikasi dengan pihak PPIU. Intinya PPIU siap bertanggung jawab, alhamdulillah semua jemaah terlayani, baik akomodasi maupun konsumsinya dan pihak PPIU juga sedang mengupayakan untuk mencari flight yang dapat memulangkan jemaah ke Indonesia,” katanya.
Sementara itu, dia berharap seluruh jemaah umrah asal Bali yang masih berada di tanah suci dalam keadaan sehat dan aman selama menjalankan ibadah.
"Serta nanti bisa dipulangkan ke tanah air dalam keadaan selamat," katanya.
Mahmudi mengaku belum ada informasi dari pemerintah terkait penundaan atau pembatalan naik haji di tengah perang ini. Dia berharap perang AS-Israel ke Iran tak berdampak pada proses ibadah ke Makkah hingga Madinah.
"Kalau haji belum ada keputusan dari pemerintah pusat. Insya Allah saya yakin tetap ada pemberangkatan," katanya.





