Mataf Masjidil Haram Hasil Renovasi Waskita Bisa Tampung 105 Ribu Jamaah

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Renovasi area mataf di Masjidil Haram yang dikerjakan PT Waskita Karya meningkatkan kapasitas jamaah yang dapat melakukan tawaf di sekitar Ka’bah. Area tersebut kini mampu menampung lebih dari 105 ribu jamaah, meningkat dibandingkan kapasitas sebelumnya sekitar 48 ribu jamaah.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung kenyamanan jamaah saat beribadah, termasuk pada momen padat seperti Nuzulul Quran. Pada periode tersebut jutaan jamaah memadati Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf, salat sunnah, iktikaf hingga khataman Alquran.

Baca Juga
  • Danantara akan Perluas Kampung Haji Hingga 600 Meter dari Masjidil Haram
  • Ini Daftar Imam Sholat Tarawih dan Tahajud Selama Ramadhan di Masjidil Haram dan Nabawi
  • Semarak Ramadhan di Tanah Suci, Hampir Satu Juta Orang Jamaah Umrah Padati Masjidil Haram

“Sebelumnya mataf hanya bisa menampung 48 ribu jemaah, namun sekarang dapat memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah,” ujar Ermy dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ermy menjelaskan, proyek renovasi yang dikerjakan pada 2013 tersebut mencakup penambahan tingkat lantai Masjidil Haram dari tiga menjadi sembilan lantai. Waskita juga mengerjakan sejumlah pekerjaan konstruksi seperti desain mock up, pembangunan mataf, serta fabrikasi besi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Ermy, proyek tersebut menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam untuk membentuk struktur beton secara presisi. Bekisting dinding balok menggunakan panel baju, sementara bagian bawah memakai triplek dan peri kayu.

“Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional. Apalagi, Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia,” ucap Ermy.

Ermy mengatakan perseroan berharap dapat memperluas peluang proyek di luar negeri pada masa mendatang. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Waskita Karya sebagai kontraktor yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun mengerjakan berbagai proyek infrastruktur.

Sebagai informasi, pengerjaan Mataf merupakan bagian dari proyek King Abdullah Makkah Extension (KAME) dengan nilai kontrak 59 juta riyal Saudi. Selain proyek tersebut, Waskita juga pernah mengerjakan King Saud Fitness College pada 2011 serta King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College pada 2009.

Waskita juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD) pada periode 2010 hingga 2012. Kawasan pusat keuangan tersebut memiliki luas sekitar 61,2 ribu meter persegi dan terdiri dari 31 lantai.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rektor UII: Zakat Sangat Penting dan Harus Tetap Populer di Indonesia
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Delpedro Cs Divonis Bebas
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sinopsis Film We, Everyday, Kisah Persahabatan yang Berubah Menjadi Cinta di Masa SMA
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Perkuat Budaya Peduli Sosial, Anak Usaha BUMN Bagikan Takjil di Senopati
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Agar Hemat BBM, Pramono Dorong Warga “Mudik ke Jakarta” saat Lebaran
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.