Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti perilaku influencer Ruce Nuenda yang tetap beraktivitas di ruang publik setelah terinfeksi campak.
Kemenkes menilai tindakan tersebut seharusnya tidak dilakukan karena penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, bahkan 1 orang penderita dapat menularkan kepada banyak orang di sekitarnya.
“Campak itu sangat tinggi tingkat penularannya. Dari 1 orang bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang,” kata Andi dalam konferensi pers, Jumat (6/3).
Karena itu, ia menekankan seseorang yang sedang sakit sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah hingga benar-benar sembuh agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
“Jadi sebaiknya jika sedang sakit, menahan diri dulu, membatasi aktivitasnya hingga benar-benar sembuh agar tidak menular ke keluarga atau orang sekitarnya,” lanjut Andi.
Menurut Andi, figur publik seharusnya dapat memberikan contoh perilaku yang baik kepada masyarakat.
“Mestinya sebagai influencer, tidak melakukan itu, karena bisa memengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Andi menduga tindakan tersebut kemungkinan terjadi karena ketidaktahuan mengenai risiko penularan campak.
“Ya mungkin karena ketidaktahuan yang bersangkutan saja,” ucapnya.
Andi mengimbau masyarakat yang sempat bertemu dengan publik figur tersebut saat sedang sakit, untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri.
Apabila muncul gejala seperti demam, terutama disertai ruam pada kulit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Yang sudah sempat bertemu ketika yang bersangkutan sakit, sebaiknya melakukan pemantauan kesehatan mandiri. Misalkan terkena demam, apalagi kalau ada ruam, sebaiknya memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan segera,” kata Andi.
Atas hal itu, Ruce mengunggah permintaan maaf di akun Instagram miliknya. Ia mengaku menyesal dan tidak memiliki ilmu yang cukup terkait campak.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua,” ucap dia.
Menurut Ruce, ia telah memeriksakan diri ke dokter. Hasilnya, ia tak perlu menjalani rawat inap.
“Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat meminta untuk opname. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi saya tidak memerlukan rawat inap dan cukup dengan istirahat, minum obat, menggunakan salep, serta menjaga jarak dari anak saya di rumah,” pungkasnya.




