Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi maraknya kasus modus QR code yang ditempelkan di berbagai tempat umum yang tersambung dengan judi online. Pramono akan meminta kepada Satpol PP agar mengecek QR code yang tersebar itu.
"Saya akan minta untuk kepada OPD terkait, Satpol PP untuk men-screening itu kalau memang betul, tentunya segera diambil tindakan," ucap Pramono usai mengunjungi toko Dodol Nyak Mai di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3).
Pramono menegaskan, Jakarta selaku wilayah yang dipimpinnya mendukung pemerintah pusat untuk memberantas judi online. Menurutnya, judi online telah membuat hidup orang banyak di mana saja menjadi kesulitan, termasuk di Jakarta.
"Jakarta termasuk yang mendukung pemerintah pusat untuk melakukan perang terhadap judol. Karena judol inilah yang kemudian membuat banyak warga di mana saja, termasuk di Jakarta ini, yang kemudian begitu terjerat hidupnya pasti menjadi tidak baik," tutur Pramono.
Dengan demikian, Pramono mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya program-program pemberantasan judi online.
"Sehingga dengan demikian kalau ada program-program dari pemerintah meng-cut off judol ini, pemerintah Jakarta mendukung seribu persen," ujar Pramono.
Sebelumnya, Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam mengungkapkan QR code tersebut banyak tertempel di kendaraan maupun tempat umum di berbagai titik di Jakarta, Kamis (5/3).
Berdasarkan hasil penyidikan polisi, situs tersebut bahkan terhubung dengan jaringan luar negeri.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memindai QR code yang ditempel di tempat yang tidak jelas. Sebab data dari masyarakat dapat digunakan untuk melakukan transaksi di situs judi online.
"Karena ini sifatnya scam, scam yang mungkin masuk ke situs judi online tersebut, dimasukkan otomatis deposit. Deposit dari data pribadi rekan-rekan," ujar Seala dalam jumpa pers.
Dalam kasus ini polisi sudah menangkap satu orang pelaku berinisial SP alias P. Sementara dua pelaku lainnya yang berperan mencetak barcode dan mengendalikan akun judi masih buron.
Dari pengakuan pelaku, barcode tersebut sudah ditempel lebih dari seratus kali di sejumlah lokasi.
“Nah, untuk pengakuan sementara itu sudah lebih dari seratus barcode yang disebar,” kata Seala.





