Kunjungi Aceh, Mensos & Mendagri Salat Jumat di Masjid Agung Pante Geulima

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melaksanakan salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, hari ini. Salat Jumat dilakukan di sela rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana sekaligus memastikan penyaluran bantuan pemerintah, termasuk jaminan hidup (jadup), berjalan dengan baik.

Dalam sambutannya usai salat Jumat, Gus Ipul menyampaikan musibah merupakan ujian yang harus disikapi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk tetap mendekatkan diri kepada Al-Qur'an dan memperkuat kesabaran dalam menghadapi cobaan.

"Setiap musibah harus kita sikapi sebagai orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Orang yang bertakwa itu pertama-tama harus bisa berinteraksi dengan Al-Qur'an setiap hari, kemudian memiliki sikap qanaah dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai ujian," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan, hari Jumat merupakan hari yang mulia dan penuh keberkahan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

"Kita berharap mudah-mudahan semua doa kita diterima oleh Allah SWT. Hari Jumat adalah hari yang baik untuk berdoa dan memohon pertolongan agar kita mampu melewati masa-masa sulit ini," kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menjelaskan pemerintah terus bekerja secara terpadu dalam penanganan dampak bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai kementerian, lembaga, BUMN, serta unsur TNI dan Polri dikerahkan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak.

"Presiden mengambil langkah untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki negara. Bahkan dibentuk satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri," papar Gus Ipul.

Ia menjelaskan pada tahap awal bencana, pemerintah fokus pada penanganan kedaruratan. Saat ini, pemerintah mulai memasuki tahap pemulihan, termasuk penyediaan hunian sementara bagi masyarakat terdampak.

Secara normatif, pengelolaan hunian sementara berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Namun karena skala bencana yang cukup besar, Presiden menginstruksikan berbagai pihak untuk terlibat membantu penyediaannya.

"BUMN, lembaga, hingga pihak swasta ikut bergotong royong menghadirkan hunian sementara. Ini kerja bersama agar masyarakat yang terdampak bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan pemulihan sosial bagi keluarga terdampak, seperti bantuan perbaikan rumah, jaminan hidup (jadup), serta dukungan sosial lainnya yang saat ini sedang dalam proses penyaluran.

"Sekarang kita dalam proses penyaluran. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan, menjelang Lebaran, seluruh bantuan ini sudah bisa diterima oleh masyarakat yang berhak," ungkap Gus Ipul.

Sementara itu, Tito mengungkapkan pemerintah pusat terus memantau perkembangan penanganan bencana di Aceh sejak awal kejadian. Ia bahkan turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan.

"Saya langsung berangkat ke Aceh dan menyusuri sejumlah daerah terdampak untuk melihat langsung situasinya. Dari pemantauan kami, dampak bencana ini cukup luas, terutama di Aceh," kata Tito.

Menurut Tito, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi banyak kemajuan dalam proses pemulihan, seperti pulihnya akses jalan nasional, listrik, jaringan komunikasi, serta distribusi bahan bakar. Namun, ia menegaskan bahwa masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Sekarang sudah banyak yang kembali normal, tapi persoalan belum selesai. Masih ada lumpur yang harus dibersihkan, jembatan yang perlu dibangun permanen, serta perbaikan infrastruktur di sejumlah daerah," jelasnya.

Tito juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.

"Kami menargetkan para pengungsi tidak lagi tinggal di tenda. Mereka harus dipindahkan ke hunian sementara atau diberikan dukungan untuk tinggal di rumah keluarga," tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak, termasuk bantuan sosial dari Kementerian Sosial berupa jaminan hidup bagi pengungsi serta bantuan kebutuhan dasar lainnya.

"Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat. Atas arahan Presiden, pemerintah berupaya agar bantuan ini bisa disalurkan secepatnya, termasuk sebelum Lebaran," ucap Tito.

Ia menambahkan, penanganan bencana di Aceh merupakan kerja bersama seluruh unsur pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta dukungan masyarakat.

"Kami mohon doa agar kita semua diberi kekuatan untuk melaksanakan tugas-tugas ini dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik," tutupnya.




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementan Perkuat Hilirisasi Ayam Rakyat di Gorontalo
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Transformasi BRIVolution Reignite Perkuat Sumber Pertumbuhan Baru, Laba Perusahaan Anak BRI Group Tembus Rp10,38 Triliun
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Terhadap Dolar AS Terus Melemah, Cadangan Devisa Turut Tergerus
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
BI Catat Uang Primer Tumbuh 18,3 Persen di Februari 2026, Capai Rp2.228 Triliun
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Permintaan maaf selebgram Ruce Nuenda di tengah peringatan Kemenkes terkait lonjakan kasus campak
• 16 jam lalubrilio.net
Berhasil disimpan.