Brilio.net - Selebgram Ruce Nuenda akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf setelah menuai kritik tajam dari publik. Hal ini dipicu oleh aktivitasnya di luar ruangan meskipun dirinya sedang terinfeksi penyakit campak. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai risiko penularan penyakit tersebut yang sangat tinggi.
"Teman-teman, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila tindakan saya tadi dinilai kurang tepat," sebut Ruce melalui pernyataan yang dibagikan di Instagram Story, dikutip dari detikcom, Rabu (4/3/2026), dikutip brilio.net, Jumat (6/3/2026).
BACA JUGA :
Waspada campak pada anak, kenali penyebab, gejala, dan cara pengobatannya
Alasan Ruce Nuenda Tetap Beraktivitas di Luar
Ruce menjelaskan bahwa sebelumnya ia telah mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) dan berniat untuk menjalani rawat inap. Namun, setelah melalui pemeriksaan medis, dokter menyatakan bahwa kondisinya masih bisa ditangani tanpa perlu menginap di rumah sakit.
"Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat meminta untuk opname. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi saya tidak memerlukan rawat inap dan cukup dengan istirahat, minum obat, menggunakan salep, serta menjaga jarak dari anak saya di rumah," jelasnya.
Ruce mengaku pada awalnya ia tidak menyadari bahwa isolasi total sangat diperlukan, bahkan untuk sekadar berolahraga ringan. Ia baru menyadari kekeliruannya setelah mendapat banyak teguran dari pengikutnya di media sosial.
BACA JUGA :
3 Wabah penyakit yang terjadi di Indonesia, menewaskan puluhan balita
"Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf," lanjutnya.
Ia juga menutup pernyataannya dengan komitmen untuk lebih bertanggung jawab di masa depan.
"Saya tidak menyangka situasinya akan menjadi sebesar ini, tetapi ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak dan bertanggung jawab ke depan," tutup Ruce.
Ruce Nuenda Minta Maaf
foto: Instagram/rucenuenda
Sebelumnya, selebgram ini ramai diperbincangkan mulai saat ia bertemu dengan aktor Baskara Mahendra. Keduanya kompak membuat konten video bersama. Tak lama setelahnya, muncul video Ruce digoda temannya apakah ia garuk-garuk ketika bertemu Baskara. Ruce mengaku alergi kepada temannya. Tak dinyana ternyata ia menderita campak yang seharusnya membuatnya tidak kontak fisik dengan orang lain.
Ruce Nuenda Minta Maaf
foto: Instagram/rucenuenda
Kasus campak di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, penurunan cakupan imunisasi menjadi pemicu utama munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah.
Hingga Februari 2026 saja, tercatat sudah ada 8.810 kasus suspek dengan 12 KLB yang terkonfirmasi di 6 provinsi. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 terdapat total 63.769 kasus suspek dengan 116 KLB. Hal ini menunjukkan bahwa campak merupakan ancaman kesehatan serius yang menuntut kewaspadaan tinggi.
Mengenal Bahaya dan Gejala CampakCampak adalah infeksi saluran pernapasan yang dipicu oleh Morbillivirus. Penyakit ini memiliki daya tular yang sangat tinggi, di mana satu orang yang terinfeksi berpotensi menularkan virus kepada 18 orang lainnya. Penularannya tidak hanya melalui percikan ludah, tetapi juga lewat udara (airborne) saat penderita bersin atau batuk.
Gejala yang Perlu Diwaspadai:- Demam tinggi yang biasanya muncul 10-15 hari setelah terpapar.
- Ruam kemerahan pada kulit (muncul sekitar hari ke-18).
- Batuk, pilek, dan mata merah (konjungtivitis).
- Rasa gatal yang terkadang disertai diare.
Jika tidak ditangani dengan benar, campak dapat memicu komplikasi berat seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), dehidrasi parah, hingga risiko kematian.
Langkah Pencegahan dan Respons PemerintahKemenkes RI telah melakukan berbagai langkah cepat, mulai dari pengetatan skrining di pintu masuk negara hingga perluasan imunisasi rutin dan kejar (MR). Masyarakat diimbau untuk memastikan status imunisasi anak sudah lengkap, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat kelas 1 SD.
Selain imunisasi, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit sangat krusial untuk memutus rantai penyebaran virus yang sangat infeksius ini.
FAQ Campak1. Mengapa penderita campak dilarang keluar rumah meskipun merasa kuat?Karena campak menular melalui udara (airborne). Seseorang yang terlihat sehat namun membawa virus tetap bisa menyebarkan percikan virus ke udara yang kemudian dihirup orang lain di ruang publik.
2. Apa perbedaan antara campak dan cacar air yang sering salah dikenali?Campak biasanya diawali dengan gejala pernapasan berat (batuk, pilek, mata merah) dan ruam kemerahan yang rata, sedangkan cacar air identik dengan bintil-bintil berisi cairan yang gatal.
3. Apakah orang dewasa yang sudah pernah imunisasi masih bisa terkena campak?Masih mungkin, namun gejalanya biasanya jauh lebih ringan. Imunisasi bertujuan mencegah terjadinya komplikasi fatal dan meminimalkan risiko penularan di komunitas.
4. Berapa lama masa isolasi yang disarankan bagi pasien campak?Pasien disarankan melakukan isolasi mandiri setidaknya selama 4 hari setelah ruam pertama kali muncul, karena itu adalah masa paling menular.
5. Apa yang harus dilakukan jika anggota keluarga terpapar campak?Segera pisahkan ruang tidur, pastikan sirkulasi udara baik, gunakan masker, dan segera bawa anggota keluarga lain (terutama anak-anak) ke faskes jika belum memiliki status imunisasi lengkap.





