Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi peringatan pada masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh bayi dan balita saat berkumpul, terutama pada momen silaturahmi seperti Lebaran.
Kebiasaan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko penularan campak yang sangat mudah menular.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan, kebiasaan menyentuh bayi saat berkumpul dengan keluarga sebaiknya dikurangi.
“Memang kebiasaan asal sentuh anak bayi, balita begitu saat kita kumpul-kumpul, terutama Lebaran, sebaiknya memang dikurangi atau bahkan dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi,” kata Andi dalam konferensi pers yang digelar daring pada Jumat (6/3).
Ia menjelaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya bila ada anak yang mengalami gejala penyakit. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul tanda-tanda yang mengarah pada campak.
“Apabila ada anak demam dan bergejala seperti ruam, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan termasuk pemeriksaannya,” ujar Andi.
Kemenkes juga mengingatkan penderita yang mengalami gejala campak agar tidak menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas, terutama kepada kelompok rentan seperti bayi dan balita.
“Terutama untuk penderita kasus yang memiliki gejala demam kemudian ada tanda-tanda suspek campak seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul dan tidak pergi ke tempat-tempat keramaian,” pungkas Andi.





