Diduga Hanyut di Sungai Bilareng, Tim SAR Gabungan Masih Mencari Lansia Dg Patiha di Gowa

terkini.id
13 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Gowa — Deru arus Sungai Bilareng yang mengalir deras di Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, menjadi saksi bisu upaya tanpa henti tim SAR gabungan dalam mencari seorang warga lanjut usia yang diduga terseret arus.

Di tengah hujan yang turun dan medan yang menantang, harapan keluarga dan masyarakat masih terus menggantung pada operasi pencarian yang memasuki hari kedua, Jumat 6 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Dg Patiha (70), seorang perempuan warga Dusun Lemoa. Ia dilaporkan hilang sejak Selasa 3 Maret pagi, sekitar pukul 07.00 WITA, setelah berpamitan menuju sawah seperti rutinitas yang biasa ia lakukan. Namun hingga sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, Dg Patiha tak kunjung kembali ke rumah.

Kekhawatiran keluarga pun berubah menjadi pencarian. Mereka menyusuri jalan menuju sawah, memanggil-manggil nama korban, namun tak ada jawaban.

Yang ditemukan hanya beberapa barang milik Dg Patiha di tepi Sungai Bilareng. Saat itu, debit air sungai diketahui sedang meningkat akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Dugaan pun mengarah pada kemungkinan korban terseret arus sungai.

Laporan kejadian tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar dari Sekretaris Camat Bontolempangan, Al Ashar. Sejak itu, operasi pencarian segera digelar dengan melibatkan berbagai unsur tim SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area hingga sekitar 2,5 kilometer ke arah hilir sungai.

“Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian,” jelas Arif.

Dalam operasi tersebut, SRU 1 melakukan penyelaman di beberapa titik sungai yang dicurigai menjadi lokasi korban terseret arus. SRU 2 menyisir tepi kiri dan kanan sungai dengan berjalan kaki, menelusuri setiap sudut yang memungkinkan.

Sementara SRU 3 bergerak menggunakan perahu rafting untuk menyusuri aliran sungai dari permukaan air. Dari udara, SRU 4 mengoperasikan drone guna memantau area pencarian secara lebih luas.

Namun perjuangan tim di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Cuaca yang tiba-tiba memburuk memaksa operasi pencarian sempat dihentikan sementara.

“Pencarian sempat dihentikan karena hujan yang cukup deras, sehingga tim penyelam tidak mendapatkan visibilitas yang cukup untuk mencari korban di bawah air,” tegas Arif.

Meski demikian, semangat tim SAR gabungan tidak surut. Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, Koramil, Polsek Bongaya, SAR Unhas, SAR UNM, serta masyarakat setempat yang turut membantu pencarian.

Di tepi sungai yang keruh, warga masih menunggu dengan harap. Di balik derasnya arus Sungai Bilareng, doa dan solidaritas masyarakat menjadi penguat bagi tim SAR yang terus berjuang menemukan jejak terakhir Dg Patiha.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD Surabaya Catat 23 Pohon Tumbang, 8 Bangunan Rusak Imbas Hujan Angin Jumat
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cahaya dari Banyumas, Jejak Sejarah Saka Tunggal di Desa Cikakak
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuduh AS Tenggelamkan Kapal Perang Dena
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DPRD Jabar Peringatkan Pinjaman Daerah Rp2 Triliun Jangan Bebani Gubernur Berikutnya
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Delpedro Cs Divonis Bebas
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.