BBPOM Mataram Temukan Kerupuk dan Mie Basah Mengandung Boraks di Dua Pasar Tradisional Pulau Lombok

pantau.com
16 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menemukan enam sampel pangan yang mengandung boraks dari hasil pengawasan dan pengujian yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Pulau Lombok pada 4–5 Maret 2026.

Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso menjelaskan bahwa temuan tersebut berasal dari pemeriksaan puluhan sampel pangan yang diuji langsung di lapangan.

Ia mengungkapkan, "Dari total 97 sampel pangan yang diambil dan diuji langsung di lapangan, kami menemukan enam sampel positif mengandung boraks, yang terdiri dari empat sampel kerupuk terigu dan dua sampel mie basah."

Enam sampel pangan yang terdeteksi mengandung boraks tersebut ditemukan di dua pasar tradisional, yakni Pasar Kediri di Lombok Barat dan Pasar Pancor di Lombok Timur.

Petugas BBPOM Mataram kemudian melakukan pembinaan kepada para pedagang yang menjual produk pangan tersebut.

Petugas juga melakukan penelusuran terhadap sumber produk pangan untuk mencegah peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Pengawasan Pangan di Sentra Takjil

Selain melakukan pengawasan di pasar tradisional, BBPOM Mataram juga memeriksa pangan yang dijual di kawasan pusat penjualan takjil.

Pengawasan tersebut dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan.

Pemeriksaan dilaksanakan di dua lokasi pusat penjualan takjil yaitu Giri Menang Square di Lombok Barat dan sentra takjil Selong di Lombok Timur.

Petugas mengambil sejumlah sampel pangan dari pedagang di lokasi tersebut untuk diuji menggunakan metode uji cepat.

Pengujian dilakukan guna mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya dalam pangan seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow.

Yogi menyampaikan, "Seluruh sampel memenuhi syarat keamanan pangan dan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya."

Upaya Melindungi Masyarakat Selama Ramadhan

BBPOM Mataram menyatakan bahwa intensifikasi pengawasan pangan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi masyarakat dari peredaran pangan berbahaya.

Pengawasan tersebut diperkuat selama bulan Ramadhan karena aktivitas perdagangan pangan meningkat.

BBPOM Mataram juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada BBPOM Mataram atau instansi terkait apabila menemukan dugaan pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Yogi menegaskan, “Kami berharap upaya pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif dapat memastikan pangan yang beredar selama Ramadhan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unibos Lantik Prof Batara Surya sebagai Rektor 2026–2031, Aksa Mahmud Puji Lonjakan Jumlah Guru Besar
• 12 jam laluharianfajar
thumb
TPS Bagikan 300 Paket Takjil Setiap Hari untuk Pengemudi Truk Eksternal Selama Ramadan
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadi Tersangka Tunggal, KPK Tegaskan Bupati Pekalongan Punya Kuasa Penuh di PT RNB
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dongkrak Indeks Kehati, SIG (SMGR) Sisihkan 11,3 Persen Lahan Tambang untuk Kawasan Konservasi
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.