Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani turut menyoroti penurunan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) 2026 yang kini hanya Rp 377 miliar. Hal itu pun menjadi pertanyaan di jajaran legislatif.
“Penurunan anggaran Perpusnas, memang memunculkan pertanyaan dari kami pada saat pembahasan RAPBN saat itu khususnya mengenai prioritas pemerintah terhadap literasi,” ujar Lalu saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Advertisement
Pihaknya menilai, penurunan anggaran itu menjadi bukti pemerintah belum berpihak pada pembangunan literasi.
“Para anggota, saat itu sempat menilai penurunan ini sebagai indikasi ‘belum adanya keberpihakan dari pemerintah’ terhadap pembangunan literasi yang dianggap paradoks karena terjadi di tengah narasi penguatan kualitas SDM untuk Indonesia Emas, namun upaya mendongkrak literasi malah tidak didukung anggaran yang representatif,” katanya.
Lalu mengatakan, penurunan anggaran pun sangat berisiko melemahkan mutu literasi nasional.
“Ya, bahkan kami melihat risiko adanya pelemahan literasi ini. Beberapa anggota Komisi X bahkan menilai, penurunan anggaran ini mengancam keberlanjutan standar mutu literasi nasional,” ungkapnya.
“Risiko itu diidentifikasi dari terhambatnya bantuan buku untuk desa dan taman bacaan, terhentinya program kampanye duta baca, serta meningkatnya risiko kerusakan naskah kuno karena minimnya kegiatan preservasi dan alih media,” sambung Lalu.



