Bocoran Ekspansi Bundamedik (BMHS) 2026: Tambah Robot hingga Kapasitas

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bundamedik Tbk. (BMHS) menyiapkan sederet langkah strategis pada tahun ini, mulai dari membeli robotik medis anyar hingga ekspansi rumah sakit.

Komisaris Utama Bundamedik, Ivan Rizal Sini menerangkan hingga saat ini, BMHS telah mengoperasikan satu ekosistem robot di Jakarta, yang tidak hanya dapat digunakan bagi layanan ibu dan anak, tetapi juga dapat diperluas ke prosedur urologi, kardiovaskular, hingga tindakan urologi lanjutan.

”Jadi kami memang akan memperkuat posisi kami sebagai robotik pioneer dan tentu kami punya atensi besar. Jadi, kami akan mempersiapkan untuk set-up robotik yang kedua,” katanya kepada Bisnis.com, Jumat (6/3/2026).

Hanya saja, Ivan enggan menerangkan besaran investasi yang disiapkan BMHS untuk memboyong robot anyar itu. BMHS tengah mempertimbangkan beberapa perusahaan multinasional untuk mendatangkan robot tersebut, seperti dari China, India, hingga AS.

Rencana pembelian robot baru ini juga didasarkan pada telah maksimalnya penggunaan robot BMHS yang telah beroperasi selama sedikitnya 13 tahun. Robot tersebut telah melakukan 100 tindakan selama satu tahun.

Selama satu tahun, tindakan laparoskopi atau bedah minimal invasif yang dilakukan BMHS tercatat sebanyak 300 kali. Dengan begitu, penggunaan robot BMHS telah mencerminkan 20—30% dari tindakan yang biasanya diambil secara manual.

Baca Juga

  • Bundamedik (BMHS) Target Pendapatan Naik Dobel Digit pada 2026
  • Strategi Bos Bundamedik (BMHS) Buru Cuan 2025, Ada Bisnis Bayi Tabung Hingga Perluasan NICU
  • Bundamedik (BMHS) Serap Capex Rp102 Miliar, Boyong Robot Baru

”Buat kami 13 tahun pakai satu sistem yang sama itu, mungkin fondasinya sudah kuat lah. Kalau memang harus ganti, memang sudah waktunya ganti. Yang ganti sudah, kami nanti tinggal mencari tambahan,” katanya.

Selain itu, Bundamedik juga disebut tidak menutup kemungkinan terhadap opsi pengembangan rumah sakit atau pembangunan rumah sakit baru. 

Salah satunya rencana ekspansi Rumah Sakit Bundamedik di Palembang. Ivan menerangkan, saat ini BMHS baru memiliki 30 bed dan baru diprediksi berkontribusi terhadap pendapatan pada April 2027. BMHS juga merencanakan penambahan sedikitnya 70 bed baru dalam rencana pengembangan rumah sakit tersebut.

”Harusnya 100 [bed] lah. Belum kami putuskan, tetapi itu sudah masuk dalam list of priority,” katanya.

Sementara itu, terhadap potensi pembangunan rumah sakit baru, Ivan menerangkan bahwa pihaknya membuka opsi terhadap pembangunan rumah sakit premium dan community. Kedua tempat baru itu akan memiliki segmen pasar yang berbeda.

Hanya saja, tidak terang dijelaskan oleh Ivan mengenai arah pembangunan rumah sakit baru pada tahun ini, baik terhadap wilayah yang akan dijangkau maupun jumlah target rumah sakit terbangun.

”Kami punya capacity leverage dari funding masih cukup. Cuma nanti aksi selanjutnya adalah how aggressive do we want? Dan saya rasa being conservative dalam setahun—dua tahun terakhir, buat kami cukup sih. Kami akan lebih agresif,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bundamedik Agus Heru Darjono menerangkan bahwa pihaknya telah memiliki roadmap selama 5 tahun untuk rencana akuisisi rumah sakit baru.

Agus menegaskan bahwa dalam peta jalan tersebut, Bundamedik telah memiliki rencana untuk menambah rumah sakit. Hanya saja, saat ini Bundamedik tengah melakukan identifikasi terhadap daerah yang berpotensi mendorong pertumbuhan baru bagi BMHS. 

“Dalam roadmap memang ada rencana untuk kami menambah rumah sakit, baik strateginya adalah membangun dari awal atau juga melakukan akuisisi dari rumah sakit yang ada. Jadi kemungkinan untuk melakukan akuisisi itu ada dalam program lima tahun kami,” katanya akhir tahun lalu.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kubu Yaqut Sebut Notula Ekpose Tak Bisa Jadi Alat Bukti KPK Tetapkan Tersangka
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Substansi Berubah Lebih dari 50 Persen, Pansus 12 Godok Perda Baru Kesejahteraan Sosial
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Kalla Logistics Kini Kantongi Sertifikasi Halal, Standar Penyimpanan dan Distribusi Makin Terjamin
• 11 jam laluterkini.id
thumb
John Herdman Dapat kabar Gembira, Gelandang Bundesliga 2 Ini Bisa Jadi Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Permukiman Warga di Cilegon
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.