Penulis: Alfin
TVRINews, Lhokseumawe
Suasana ngabuburit dan berburu takjil di Lhokseumawe, Aceh, kembali ramai menjelang waktu berbuka puasa. Keramaian di Pasar Ramadan yang digelar di pelataran Masjid Islamic Center Lhokseumawe menunjukkan aktivitas masyarakat mulai pulih sekitar dua bulan setelah bencana melanda daerah itu.
Sejak sore hari, warga memadati halaman masjid yang luas. Mereka menunggu azan Magrib sambil duduk santai beralaskan tikar. Anak-anak terlihat bermain, sementara orang dewasa berjalan di antara deretan lapak makanan.
Beragam kuliner khas Aceh dijajakan pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pasar Ramadan ini menjadi daya tarik utama bagi warga yang mencari hidangan berbuka.
Muliza, pedagang timphan atau kue tradisional Aceh, merasakan langsung manfaat dari keramaian pasar tersebut.
“Pasar ini sangat menguntungkan buat kami yang berdagang,” kata Muliza saat ditemui di lokasi, Kamis, 5 Maret 2026.
Usahanya sempat tersendat selama dua bulan setelah bencana. Aktivitas berdagang baru kembali berjalan sejak Ramadan saat pemerintah daerah membuka Pasar Ramadan.
“Kemarin itu dua bulan tersendat untuk usaha. Alhamdulillah di bulan puasa ini (lancar),” kata dia yang sudah dua minggu berjualan di lokasi tersebut.
Keramaian pengunjung membuat dagangannya laris. Dalam sehari, Muliza mampu menjual hingga 800 keping timphan dengan keuntungan sekitar Rp1,5 juta.
“Alhamduliah, kalau kemarin (saat bencana) sama sekali gak ada (keuntungan) ya. (Sekarang) sekitar Rp1,5 juta bersih untuk penjualan,” kata dia.
Timphan yang dijual Muliza dibuat sendiri dari campuran tepung ketan, pisang, dan santan. Kue tersebut memiliki isian khas seperti srikaya atau kelapa parut manis.
Agar tetap segar, ia membungkus timphan langsung di lokasi berjualan. Proses pembuatan hingga siap dijual memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Untuk memudahkan transaksi, Muliza juga menyediakan pembayaran digital melalui kode QR atau QRIS. Pembeli tetap dapat membayar secara tunai.
Warga setempat, Zakkil Mubarak, mengaku senang dengan hadirnya Pasar Ramadan tersebut karena menyediakan banyak pilihan makanan.
“Banyak UMKM yang dilibatkan. Dan apa yang kita cari ada di sini,” kata dia.
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menilai antusiasme pelaku UMKM berjualan di Pasar Ramadan sangat tinggi. Masyarakat juga datang berbondong-bondong karena beragamnya kuliner yang tersedia.
“Sehingga ini menjadi semacam motivasi untuk melewati bencana. Untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi, sehingga masyarakat bisa menghidupi keluarganya,” kata Sayuti.
Menurutnya, pemerintah kota menyediakan fasilitas tempat untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Tentunya Pemkot akan membantu memberikan fasilitas apa pun. Agar pelaku UMKM ini bisa bertambah dan tentunya omzetnya bisa bertambah,” kata dia.
Editor: Redaktur TVRINews





