Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) mengawasi kualitas pangan segar hasil pertanian dan peternakan pada sejumlah pasar tradisional dan swalayan di daerah. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan, sehingga layak dikonsumsi warga.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang beredar di masyarakat aman, sehat dan layak dikonsumsi,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Novy Christine Palit di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia mengatakan pengawasan ini juga bertujuan menjaga ketersediaan serta stabilitas harga komoditas pangan selama Ramadan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menurut Novy, pengawasan pangan merupakan kegiatan rutin yang semakin diintensifkan menjelang hari besar keagamaan, guna memberikan perlindungan kepada warga.
Baca Juga :
Pemkot Jaktim-BBPOM Temukan Pewarna Tekstil pada Takjil di Rawamangun“Melalui kegiatan ini, kami memastikan kualitas pangan tetap terjaga. Selain itu, kami juga memantau stabilitas harga serta ketersediaan pasokan bahan pangan di pasar tradisional maupun swalayan,” ujar Novy.
Sementara itu, Kepala Seksi Pertanian dan Ketahanan Pangan Sudin KPKP Jakarta Utara Gusti Arvianty menjelaskan pengawasan difokuskan pada komoditas pangan segar yang banyak dikonsumsi masyarakat, baik dari sektor pertanian maupun peternakan. Menurut dia, produk yang diperiksa antara lain daging ayam, daging sapi, ati ampela, dan kikil.
Selain itu, petugas memeriksa berbagai produk pertanian seperti beras, cabai, sayur-mayur, hingga buah-buahan seperti apel dan anggur. “Setiap sampel yang diambil langsung diuji di lokasi menggunakan dua mobil laboratorium keliling milik Dinas KPKP DKI Jakarta sehingga hasil pengujian dapat diketahui dengan cepat,” ujar Novy.
Ilustrasi. Foto: Dok MI
Ia merinci di Pasar Mandiri Kelapa Gading petugas menguji 13 sampel yang terdiri atas sembilan produk pertanian dan empat produk peternakan. Sementara, di Pasar Hibrida Kelapa Gading dilakukan pengujian terhadap 11 sampel, yang meliputi delapan produk pertanian dan tiga produk peternakan.
Selanjutnya, di Pasar Kalibaru Cilincing diperiksa tujuh produk pertanian dan tiga produk peternakan. Sementara di Superindo Sport Mall Kelapa Gading, diuji sembilan produk pertanian dan tiga produk peternakan, serta di Daily Food Hall MOI Kelapa Gading sembilan produk pertanian dan dua produk peternakan. Menurut dia, secara keseluruhan terdapat 57 sampel pangan yang diuji, terdiri dari 42 sampel produk pertanian dan 15 produk peternakan.
“Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari kandungan bahan berbahaya sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” ungkap Novy.




