Duh! Konflik Iran vs AS-Israel Bikin Ekspor 50.000 Sarung dari Tegal Tertunda

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — DPR RI menyoroti dampak konflik bersenjata antara Iran dan koalisi Amerika Serikat - Israel turut terhadap pelaku UMKM di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengatakan dampak konflik Iran vs AS-Israel, salah satunya dialami oleh perajin sarung Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Kota Tegal, Jawa Tengah, yang mengalami pembatalan ekspor hingga 50.000 potong sarung ke pasar Afrika.

Fikri menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa dinamika geopolitik global dapat berdampak langsung terhadap sektor ekonomi lokal, termasuk industri tradisional yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Banyak yang mengira konflik Iran–Israel tidak berdampak ke daerah seperti Tegal. Padahal kenyataannya ada. Pengiriman sarung dari pengusaha Tegal ke Afrika tertunda hingga mencapai 50.000 potong,” ujar Fikri lewat keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Dia menjelaskan, tertundanya pengiriman dua kontainer sarung tersebut tidak hanya berdampak pada pengusaha, tetapi juga memicu efek berantai bagi pekerja dan pelaku usaha lain yang terlibat dalam rantai produksi. Mulai dari buruh tenun hingga pemasok bahan baku lokal berpotensi terdampak akibat gangguan ekspor tersebut.

“Pengusaha sarung tentu memiliki karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar. Bahan bakunya juga disuplai oleh pelaku usaha lokal. Ketika ekspor terganggu, dampaknya bisa meluas,” jelas Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX itu.

Baca Juga

  • LPEI Kucurkan Rp2 Triliun, Ekspor Furnitur Diproyeksi Melesat
  • Kemendag & Eksportir Rumuskan Langkah Antisipatif Hadapi Gejolak Iran vs Israel-AS
  • Mendag Ungkap Peluang Perluasan Ekspor RI di Balik Dinamika Global yang Memanas

Sebagai langkah antisipatif, Fikri mendorong pelaku UMKM untuk mulai melakukan diversifikasi pasar ekspor. Menurutnya, ketergantungan pada satu kawasan pasar yang rentan terhadap gejolak geopolitik perlu diantisipasi dengan membuka peluang ke negara lain yang lebih stabil.

Dia menyarankan agar pelaku usaha sarung dari Tegal memperluas pasar ke negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Selain itu, peluang ekspor juga dinilai terbuka di kawasan lain seperti Turki maupun wilayah Asia Tengah. Menurutnya, memiliki alternatif pasar menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah ketika terjadi gejolak di satu kawasan perdagangan.

“Dengan memiliki beberapa tujuan pasar ekspor, pelaku usaha akan lebih siap menghadapi situasi global yang tidak menentu,” katanya.

Selain diversifikasi pasar, Politisi Fraksi PKS itu juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas akses pasar internasional. Melalui platform digital, pelaku UMKM dinilai dapat menjangkau pasar baru tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang besar.

Dia berharap langkah adaptif tersebut dapat membantu pelaku industri sarung tradisional tetap bertahan sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hilang Fokus di Momen Krusial, Amri/Nita Tersisih dari Perempat Final All England 2026
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Prediksi Hujan Sepanjang Hari 7 Maret 2026 di Sulsel, Waspadai Angin Kencang di Beberapa Wilayah
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Berkas Dilimpahkan ke Jaksa, Penyuap Kepala KPP Madya Jakut Segera Disidang
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Media Vietnam Kompak Akui Timnas Indonesia Jadi Ancaman Besar di Piala AFF U-17 2026
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Berani-beraninya Media Vietnam Sebut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kalah Kelas: Pemain Kami Berkualitasi Tinggi
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.