Asuransi untuk Teknologi AI Resmi Diluncurkan, Nilai Perlindungan Capai US$15 Juta

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mosaic Insurance menggandeng Munich Re untuk meluncurkan produk asuransi baru yang dirancang khusus bagi penyedia teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Melansir laman Reinsurance News, Jumat (6/3/2026), produk tersebut memberikan perlindungan finansial hingga EUR/USD/CAD 15 juta bagi pengembang dan vendor AI di seluruh dunia terhadap kerugian yang timbul akibat kegagalan kinerja sistem AI.

Kemitraan ini menggabungkan kemampuan underwriting Mosaic dengan platform evaluasi risiko AI milik Munich Re, yakni aiSure, dengan skema yang menanggung eksposur risiko yang umumnya tidak tercakup dalam polis cyber maupun technology errors and omissions (E&O) konvensional.

Dalam kerja sama tersebut, Mosaic bertanggung jawab atas proses underwriting serta pemasaran produk melalui jaringan spesialis siber internasionalnya. Sementara itu, Munich Re menyediakan keahlian teknis, analitik, serta pengalaman dalam pengelolaan risiko teknologi berbasis AI.

Head of AI Underwriting Mosaic, Dennis Bertram, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan solusi praktis bagi pelaku industri yang mulai mengadopsi teknologi AI dalam operasional bisnisnya.

“aiSure menyediakan pengetahuan teknis, dan kami mengembangkannya dengan underwriting spesialis untuk menciptakan solusi yang praktis dan dapat diskalakan. Para underwriter cyber kami kini membawa produk ini ke pasar sehingga broker dan klien di seluruh dunia dapat menjawab salah satu pertanyaan komersial terpenting dalam AI: apa yang terjadi ketika teknologi tidak memberikan hasil yang diharapkan?," ujarnya.

Baca Juga: Tata Kelola dan Manajemen Risiko Jadi Kunci Pembenahan Industri Asuransi Nasional

Baca Juga: OJK Siapkan Reformasi RBC Industri Asuransi, Aturan Baru Berlaku 2027

Baca Juga: Penguatan Modal hingga Standar Global Jadi Agenda Utama Industri Asuransi 2026

Produk ini hadir sebagai jawaban bagi pelaku usaha yang khawatir terhadap ketidakpastian performa teknologi AI. Melalui skema tersebut, perusahaan dapat memperoleh perlindungan ketika model AI gagal memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan.

Adapun perlindungan yang diberikan mencakup potensi kesalahan atau hallucination pada model AI dan generative AIyang dapat menimbulkan kerugian finansial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakar Fasilitas Kampus, 15 Mahasiswa Unpatti Dilaporkan ke Polisi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Surge (WIFI) Gandeng Wewins, Perkuat Layanan Internet Rakyat Berbasis 5G FWA
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menilik Gaya Fashionable Ratu Prancis di Pameran Marie Antoinette Style
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Upaya Menangkal Radikalisme bagi Pemuda, Kemendagri Gelar Diskui Penguatan Pelajar di Kota Cirebon
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Owner Bibi Kelinci Kopitiam Ngaku Baru Tahu Pelanggan Sudah Bayar dari Bareskrim
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.