JAKARTA, KOMPAS.COM - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menilai rangkaian pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Negara sebagai langkah merespons dinamika geopolitik global yang tengah memanas.
Hal tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri acara buka puasa bersama di Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026) malam.
“Dalam beberapa hari terakhir, saudara-saudara menyaksikan maraton rapat dengan para menteri, tokoh-tokoh nasional, bahkan dengan para mantan presiden, wakil presiden, serta para mantan menteri luar negeri,” kata Zulhas.
Baca juga: Dasco Ungkap Alasan Prabowo Undang Presiden Terdahulu ke Istana
Prabowo telah mengundang presiden dan wakil presiden terdahulu, termasuk para petinggi partai politik.
Pada hari selanjutnya, pertemuan juga melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai organisasi keagamaan.
Di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan pusat Muhammadiyah, Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), hingga para ulama dan kiai.
Bahkan, lanjut Zulhas, pertemuan besar yang berlangsung hingga lewat tengah malam dengan para pimpinan pondok pesantren dan tokoh umat.
“Semalam juga ada pertemuan besar sampai lewat pukul 12 malam bersama para pimpinan pondok pesantren, para kiai, habaib, dan pimpinan umat yang jumlahnya hampir 200 orang,” ujarnya.
Baca juga: Seskab: Pertemuan Prabowo dan Para Ulama Jadi Forum Dialog Bahas Isu Geopolitik Global
Serangan AS-Israel ke Iran akan berdampak luas
Zulhas menilai langkah tersebut menunjukkan respons cepat pemerintah dalam menyikapi perkembangan situasi internasional yang berpotensi berdampak luas.
Ia menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, termasuk serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Serangan gabungan Amerika dan Israel terhadap Iran tentu akan memberikan dampak luas, termasuk bagi Indonesia meskipun secara geografis kita jauh,” kata Zulhas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang