Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Tito Karnavian, menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti berbagai keluhan penghuni terkait kenyamanan hunian sementara (huntara) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Salah satu keluhan yang menjadi perhatian pemerintah adalah suhu di dalam huntara yang masih terasa panas bagi sebagian pengungsi.
Tito mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyempurnakan standar pembangunan huntara.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penambahan alas pada bagian atap agar hunian tidak terlalu menyerap panas.
“Ya, kita akan sampaikan kepada BNPB, apakah bisa dibuatkan alas supaya ke depan standarnya ada alasnya sehingga tidak terlalu panas,” ujar Tito saat meninjau hunian sementara di Kabupaten Pidie Jaya, Jumat, 6 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan dukungan fasilitas tambahan berupa kipas angin untuk membantu sirkulasi udara di dalam huntara.
“Mereka juga akan dibantu kipas angin,” kata Tito.
Menurut Tito, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap berbagai model huntara yang dibangun oleh sejumlah pihak.
Ia menjelaskan terdapat beberapa skema pembangunan hunian sementara, mulai dari yang dibangun oleh BNPB, BPI Danantara, hingga Kementerian Pekerjaan Umum, serta hunian hasil gotong royong masyarakat dan organisasi relawan.
“Di BNPB tidak ada ranjang, tetapi kelebihannya dapur dan toiletnya ada sendiri. Sementara yang dibangun Danantara dan Kementerian PU ada ranjang dan kipas angin, tetapi dapur dan kamar mandi komunal,” ucap Tito.
Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan para pengungsi yang masih tinggal di tenda dapat segera berpindah ke huntara atau menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebelum Idulfitri 2026.
Tito menyebut jumlah pengungsi di tiga provinsi tersebut terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.
“Dari minggu lalu 11.000-an, sekarang sudah 6.000-an. Target kita sebelum Idulfitri mereka sudah masuk ke huntara atau menggunakan dana tunggu hunian,” tutur Tito.
Editor: Redaktur TVRINews





