Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington akan memastikan bahwa siapa pun yang memimpin Iran setelah perang Amerika Serikat dan Israel tidak akan mengancam Amerika Serikat maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Trump menegaskan Amerika Serikat akan ikut memastikan arah kepemimpinan baru Iran agar tidak mengulang kebijakan pemerintahan sebelumnya yang dianggap agresif.
Ia mengatakan, "AS akan memastikan bahwa siapa pun yang memimpin negara itu selanjutnya, Iran tidak akan mengancam Amerika atau para tetangganya, Israel, siapa pun. Jauh sebelum ini dimulai, mereka mencoba mengincar seluruh Timur Tengah. Lalu, kami datang, kami menghancurkan 'pesta' mereka."
Trump Ingin Terlibat dalam Penunjukan Pemimpin IranTrump sebelumnya juga menyatakan keinginannya untuk memiliki peran dalam menentukan pemimpin baru Iran setelah konflik berakhir.
Ia mencontohkan keterlibatan Amerika Serikat dalam menentukan kepemimpinan Venezuela setelah Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada Januari lalu dan diekstradisi ke Amerika Serikat.
Trump mengatakan, "Saya harus terlibat dalam penunjukan itu, seperti (penunjukan) Delcy Rodriguez di Venezuela."
Trump juga meremehkan Mojtaba Khamenei, putra dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang tewas dalam serangan, yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya.
Ia menyebut Mojtaba Khamenei sebagai "tokoh yang tidak berpengaruh."
Seruan Trump kepada Aparat Iran untuk MembelotTrump menegaskan dirinya tidak akan menerima pemimpin baru Iran yang melanjutkan kebijakan Ali Khamenei.
Ia memperingatkan bahwa jika Iran tetap dipimpin oleh sosok dengan kebijakan serupa maka Amerika Serikat berpotensi kembali terlibat perang dalam lima tahun ke depan.
Trump mengatakan, "Kami ingin seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran."
Ia juga menyerukan kepada pejabat militer, polisi, dan diplomat Iran agar membelot dari pemerintahan Iran saat ini.
Trump menjanjikan kekebalan kepada mereka yang bersedia meninggalkan pemerintahan dan bekerja sama dengan Amerika Serikat.
Ia mengatakan, "Kalian akan memiliki kesempatan, setelah bertahun-tahun, untuk merebut kembali negara Anda, menerima kekebalan. Kami akan memberi kalian kekebalan dan kami akan memberi kalian sisi sejarah yang benar, karena memang seperti itulah adanya. Jadi, Anda akan benar-benar aman dengan kekebalan penuh."
Trump juga mendesak para diplomat Iran di berbagai negara untuk meminta suaka dan membantu membentuk pemerintahan Iran yang baru.
Ia mengatakan, "Negara ini memiliki potensi besar, masa depan yang jauh lebih baik untuk Iran. Ini baru dimulai. Saya pikir masa depannya akan sangat baik."
Sementara itu, Iran hingga kini belum mengumumkan pemimpin tertinggi baru setelah Ali Khamenei dan puluhan pejabat senior Iran dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu 28 Februari.
Meskipun tidak memegang jabatan resmi, Mojtaba Khamenei selama ini dikenal sebagai sosok yang berpengaruh dalam lingkaran kekuasaan Iran.
Mojtaba Khamenei juga pernah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 2019 karena diduga terlibat dalam jaringan kekuasaan ayahnya.
Ia juga dikaitkan dengan pasukan Basij yang digunakan untuk menekan protes setelah pemilu Iran yang dipersengketakan pada 2009.



