Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) optimistis bahwa tingkat kunjungan pusat perbelanjaan mal sepanjang periode akhir Ramadan hingga lebaran Idulfitri 2026 dapat meningkat hingga 15% dibandingkan tahun lalu.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyampaikan bahwa optimisme ini berdasarkan pada tren di pusat perbelanjaan yang telah disibukkan dengan berbagai momentum sejak akhir 2025, yakni natal dan tahun baru (nataru), hari raya Imlek, hingga bulan Ramadan.
“Saya kira trennya cukup baik tingkat kunjungan sampai dengan saat ini, terpantau mengalami kenaikan kurang lebih 10% sampai dengan 15%,” kata Alphonzus dalam konferensi pers Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dia melanjutkan, APPBI juga memprediksi bahwa angka tersebut akan terus bertahan hingga Idulfitri yang jatuh pada pertengahan Maret ini.
Alphonzus memproyeksikan puncak penjualan ritel akan berlangsung mulai pekan ini hingga dua pekan ke depan, terutama menjelang pergerakan masyarakat saat mudik lebaran.
Kunjungan ke mal disebutnya juga akan kembali melonjak pada hari kedua Idulfitri, meskipun pola belanja masyarakat akan sedikit berubah.
Baca Juga
- Program BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp53 Triliun, Ada Diskon 70-80%
- Fenomena Rojali-Rohana Merebak, Pengamat: 2025 Titik Kelam Pusat Perbelanjaan
- Peritel Sebut Rojali-Rohana Tak Signifikan Tekan Belanja di Mal
“Kalau sekarang, hampir semua kategori saya kira akan meningkat penjualannya. Namun, hari kedua Idulfitri itu akan lebih banyak kepada makanan, minuman dan juga hiburan,” ujarnya.
Menurut Alphonzus, peningkatan kunjungan ke mal lazimnya akan diiringi dengan peningkatan penjualan pada rentang yang sama.
APPBI disebutnya juga tengah menyambut program BINA Lebaran 2026 yang melibatkan 414 pusat perbelanjaan di Tanah Air. Dia pun optimistis perdagangan ritel dapat turut mendorong perekonomian dalam negeri.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program BINA Lebaran 2026 akan berlangsung selama kurang lebih 25 hari, yakni mulai 6 Maret hingga 30 Maret 2026.
Airlangga melanjutkan bahwa program BINA Lebaran 2026 diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat dalam negeri, di tengah upaya pemerintah untuk mendorong daya beli melalui berbagai stimulus dan kebijakan.
“Saya monitor BINA Lebaran 2026 targetnya sekarang Rp53 triliun dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu,” kata Airlangga.





