Bayi AR Bisa Dikembalikan ke Keluarga Kandung Meski Banyak Peminat Adopsi

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa di Cipayung, Jakarta Timur, menyatakan keluarga kandung bayi AR masih memiliki peluang untuk mengambil kembali bayi tersebut.

Bayi AR sebelumnya ditemukan dibuang oleh kakaknya di gerobak penjual nasi uduk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kepala PSAA Tunas Bangsa, Rida Mufrida, mengatakan kemungkinan pengembalian ini masih terbuka selama belum ada putusan pengadilan mengenai status anak.

Baca juga: Ramai Ingin Adopsi Bayi yang Ditinggal di Gerobak, Panti: Adopsi Anak Tak Bisa Pilih

“Tapi kalau sudah proses pemasangan dengan orang tua angkat, itu kan sudah tidak bisa (kembali) karena sudah tinggal bareng sama calon orang tua angkat,” ujar Rida saat ditemui, Jumat (6/3/2026).

Rida menambahkan, sebelum proses pengadilan, pihak panti mengumumkan informasi anak melalui iklan di surat kabar sebanyak tiga kali. Tujuannya agar jika ada yang mengaku keluarga, dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada yang menyanggah, berarti kan ditangani. Kalau udah enggak ada yang menyanggah, berarti ya mau gimana lagi? Udah enggak ada yang mengaku bahwa itu anaknya,” jelasnya.

Bayi AR ditemukan warga bernama Dinda (20) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). Bayi itu dibalut pakaian boneka beruang warna biru dan baby blanket, tersimpan dalam tas belanja hitam bersama susu, tisu basah, sarung tangan, dan secarik kertas berisi nama bayi AR.

Baca juga: Rentenir di Bekasi Sandera Bayi 9 Bulan karena Utang Orangtua, Sempat Ingin Dijual

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Surat itu diduga ditulis kakaknya, Z (12), yang menjelaskan bahwa ibu mereka meninggal saat melahirkan dan memohon agar adiknya dirawat sebaik mungkin.

“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya… saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terima kasih,” tulis Z dalam surat tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sahroni Pastikan NasDem Akan Dorong RUU PPRT Disahkan Tahun Ini
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Ahli KPK: Kerugian Negara Harus Sudah Ada Sebelum Penetapan Tersangka
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tebarkan Rahmat, Pelihara Sikap Tawaduk
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ternyata Otak Kita Lebih Pintar Kalau Semua Bagiannya Kompak Bekerja Sama, Ini Penjelasan Ilmiahnya
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Sindiran Pedas Wamendagri ke Fadia Arafiq yang Klaim Tak Paham Birokrasi
• 21 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.