Tottenham di Tepi Jurang Degradasi, Ini 3 Rekor Unik Kalau Richarlison Cs Turun Kasta

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Tottenham Hotspur lagi-lagi kalah dalam perjalanannya di Premier League. Terjun ke peringkat ke-16 klasemen dan hanya punya 29 poin di tangan, potensi turun kasta pun semakin besar.

Sebagai pengingat, Richarlison cs baru saja kalah di kandang sendiri oleh Crystal Palace dengan skor 1–3, Jumat (6/3/2026). Melanjutkan tren lima kekalahan beruntun sejak sebulan belakangan.

Sejak mampu tampil apik mengimbangi Manchester City pada awal Februari, performa Tottenham justru turun lagi. Diawali kalah dari Manchester United, kemudian Newcastle United, Arsenal, Fulham, dan kini Crystal Palace.

Persaingan The Lilywhites untuk lolos dari jurang degradasi semakin ketat, sebab Nottingham Forest dan West Ham di bawahnya sama-sama punya 28 poin. 

Namun, masih ada Leeds United di peringkat ke-15 dengan 31 poin yang juga di ujung tanduk, andai tak bisa perform dalam menjalani sisa sembilan laga terakhir Premier League nantinya.

Fenomena Tottenham Hotspur yang berlaga di Liga Champions UEFA (UCL) tapi harus berjibaku berjuang di tepi jurang degradasi disebut-sebut sebagai anomali terbesar dalam sepak bola Eropa. 

Baca Juga

  • Hasil Manchester United vs Tottenham 2-0, Setan Merah Kian Berjaya
  • Tottenham Pecat Thomas Frank, Roberto De Zerbi Masuk?
  • Tottenham Vs Newcastle, Karier Dua Pelatih jadi Taruhan

Kalau Spurs benar-benar terdegradasi, maka ada tiga rekor menarik yang akan mereka pecahkan. Berikut ulasannya:

Keluar dari Status Elite Premier League 

Sejak Premier League resmi beroperasi menggantikan Divisi Pertama Liga Inggris pada 1992, terdapat enam tim yang bertahan bermain setiap musim alias belum pernah terdegradasi. 

Berturut-turut sesuai abjad, yakni Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Tiga dari London, dua dari Liverpool, dan satu dari Manchester.

Alhasil, apabila Spurs nantinya terlempar, perwakilan Kota London dalam jajaran tim elite yang tak pernah terdegradasi berkurang satu, tersisa Arsenal dan Chelsea.

Perdana, Terdegradasi Setelah Tampil di UCL

Sepanjang sejarah sepak bola Eropa, jarang sekali sebuah klub bisa berada di puncak prestasi skala Eropa, lantas seketika terjun ke kasta kedua di liga domestik pada musim berikutnya.

Kalaupun ada, Marseille pada 1993/94 adalah contoh paling dekat, tetapi itu disebabkan oleh skandal, bukan performa liga.

Marseille adalah juara 1992/93, tapi tidak tampil di musim berikutnya karena klub terlibat kasus match-fixing di liga domestik, kemudian diturunkan ke divisi yang lebih rendah oleh federasi sepak bola Prancis.

Andai Tottenham benar-benar terdegradasi setelah bermain di Champions League, sejarah mereka pun akan tercatat sebagai salah satu anomali terbesar sistem kompetisi sepak bola Eropa modern.

Melanjutkan Rekor Negatif Musim Lalu

Tottenham musim lalu adalah jawara Liga Europa UEFA dan masuk Champions League meski finis hanya satu tempat di atas zona degradasi di Premier League.

Tottenham pun mencetak rekor poin terendah untuk klub yang menjuarai turnamen Eropa modern. Tepatnya hanya 38 poin dari total 38 pertandingan. Hanya menang 11 kali, seri 5 kali, dan kalah 22 kali.

Hal itu menunjukkan klub punya kualitas untuk bersaing di Eropa namun bermasalah dalam konsistensi performa domestik. Sama seperti musim ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas MBG Jepara Wajibkan Label Harga dan Kandungan Gizi pada Setiap Paket Makanan Mulai 9 Maret 2026
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Mentan: Stok Pangan RI Cukup untuk 324 Hari, Produksi Terus Bertambah
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Hakim Vonis Bebas Delpedro Marhaen dkk di Kasus Penghasutan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Krisis Geopolitik Memanas, Boni Hargens Dukung Pernyataan Dasco Soal Persatuan Nasional
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Kontribusi nyata di saat bencana jadi kado HUT Satpol PP-Linmas ke-76
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.