TABLOIDBINTANG.COM - Kematian Liam Payne membuat Harry Styles merenungkan kembali arah hidupnya.
Penyanyi berusia 32 tahun itu mengaku sempat memikirkan ulang bagaimana ia ingin menjalani hidup setelah kehilangan sahabat sekaligus rekan satu grupnya di One Direction tersebut.
Seperti diketahui, Liam Payne meninggal dunia pada usia 31 tahun setelah terjatuh dari balkon hotel di lantai tiga di Buenos Aires, Argentina, pada 16 Oktober 2024.
Untuk pertama kalinya berbicara tentang kepergian Liam, Harry membuka perasaannya dalam wawancara bersama Zane Lowe di Apple Music.
“Itu menjadi momen yang sangat penting bagi saya untuk melihat kembali hidup saya dan berkata pada diri sendiri, ‘Apa yang sebenarnya ingin saya lakukan dengan hidup saya? Bagaimana saya ingin menjalani hidup ini?’” kata Harry.
Ia juga menyebut cara terbaik untuk menghormati teman yang telah meninggal adalah dengan menjalani hidup sepenuhnya.
“Saya rasa cara terbaik untuk menghormati teman yang telah pergi adalah dengan menjalani hidup kita sepenuhnya. Dia adalah orang yang sangat istimewa. Sangat menyedihkan,” lanjutnya.
Pelantun lagu “Aperture” itu mengaku tidak mudah baginya membicarakan kematian Liam dan menghadapi rasa duka yang mendalam.
“Saya bahkan masih kesulitan untuk membicarakannya. Ada masa ketika dia meninggal, saya benar-benar merasa aneh karena orang lain seakan memiliki bagian dari kesedihan saya,” ujarnya.
Menurut Harry, kehilangan seorang teman saja sudah sangat berat, terlebih lagi jika teman tersebut memiliki banyak kesamaan dengannya.
“Sulit kehilangan seorang teman, siapa pun itu. Tapi lebih sulit lagi ketika teman itu sangat mirip denganmu dalam banyak hal,” katanya.
Ia juga mengenang Liam sebagai sosok dengan hati yang sangat baik.
“Seperti melihat seseorang dengan hati paling baik yang hanya ingin menjadi pribadi yang hebat,” ucap Harry.
Dua hari setelah Liam meninggal, Harry sempat menulis penghormatan menyentuh yang diunggah melalui Instagram.
“Saya benar-benar hancur atas kepergian Liam. Kebahagiaan terbesarnya adalah membuat orang lain bahagia, dan merupakan kehormatan bisa berada di sisinya saat ia melakukan itu,” tulisnya.
Harry juga mengenang energi hidup Liam yang luar biasa.
“Liam menjalani hidup dengan sepenuh hati. Energi hidupnya menular. Dia hangat, suportif, dan sangat penuh kasih,” tulis Harry lagi.
Ia menambahkan bahwa masa-masa yang mereka habiskan bersama akan selalu menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam hidupnya.
“Saya akan selalu merindukannya, sahabatku yang tercinta. Hati saya juga hancur untuk Karen, Geoff, Nicola, Ruth, putranya Bear, dan semua orang di seluruh dunia yang mengenal serta mencintainya seperti saya.”




