Bank Indonesia : Cadangan Devisa Tetap Tinggi dan Terkendali

disway.id
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Per akhir Februari 2026, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa kendati sempat mengalami penurunan, posisi cadangan devisa Indonesia tetap berada dalam posisi tinggi, atau sebesar 151,9 miliar dolar AS.

Dalam hal ini, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso memaparkan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2026 setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor, atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

BACA JUGA:Raih Dua Rekor MURI, Sarihusada Perkuat Edukasi Gizi Lewat Kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak'

BACA JUGA:Wamen P2MI Lepas 29 Perawat Indonesia ke Jerman, Christina Langsung Pasang Target Ini!

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tutur Ramdan kepada Disway dan awak media lainnya secara daring, pada Jumat (06/03).

Lebih lanjut, Ramdan menambahkan bahwa perkembangan tersebut sendiri dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri.

"Perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," tutur Ramdan.

BACA JUGA:Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun TikTok hingga Instagram

BACA JUGA:Pakuwon Mall Bekasi Gelar Sanctuary of Ramadan 2026, Ada Midnight Sale Diskon hingga 80 Persen

Ke depannya, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Ramdan.

Di sisi lain, data Bank Indonesia per Februari 2026 juga menunjukkan bahwa uang Primer (M0) Adjusted atau uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank telah mengalami pertumbuhan hingga 18,3 persen (yoy).

BACA JUGA:Perang Timur Tengah Goyang Dunia Ekspor, Pertamina Lubricants Wait and See

BACA JUGA:Kemlu Siaga Penuh! Jemaah Umrah RI Dipantau 24 Jam di Bandara Jeddah dan Madinah

Diketahui, pertumbuhan tersebut sendiri jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan Januari sebelumnya, yang tumbuh sebesar 14,7 persen (yoy). Sehingga, jumlah uang Primer kini adalah sebesar Rp 2.228 triliun.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri Mineral Didorong Perkuat Hilirisasi dari Hulu ke Hilir
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Timur Tengah Bergejolak, Kemlu Sebut Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
KAI Bocorkan Jadwal Mudik yang Masih Tersedia Ribuan Kursi Kereta, Ada Tanggal Favorit Pemudik
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Ungkap Alasan Penahanan Dokter Richard Lee, Polisi: Mangkir Pemeriksaan dan Tak Penuhi Wajib Lapor!
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Fabio Calonego Menggila! Dua Gol Spektakular Bikin Mauricio Souza Kagum, Persija Tempel Ketat Puncak Klasemen
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.