Pengusaha Mal dan Ritel Soroti Impor Stok Persiapan Lebaran Tertahan Proses Izin

katadata.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyoroti proses impor stok barang lebaran yang tertahan dalam proses perizinan. Penundaan itu dikhawatirkan dapat mengganggu penjualan pada periode belanja puncak masyarakat.

Ketua Hippindo, Budihardjo Iduansjah mengatakan, pelaku usaha ritel saat ini tengah mempersiapkan berbagai program promosi dan memastikan ketersediaan barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen selama Ramadan hingga Lebaran.

Meski demikian, Budihardjo mengungkapkan bahwa sebagian pelaku usaha menghadapi kendala dalam pemenuhan stok barang impor yang banyak dijual di pusat perbelanjaan.

“Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga. Namun untuk impor, kami menghadapi masalah,” katanya ditemui usai konferensi pers Opening Ceremony & Buka Bersama BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran 2026, di Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (6/3). 

Budihardjo menilai, kebutuhan tambahan stok barang menjelang Lebaran merupakan hal yang wajar karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, tahun ini sejumlah momen liburan seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, serta Ramadan dan Idulfitri berlangsung berdekatan pada kuartal I 2026.

Kondisi tersebut mendorong meningkatnya permintaan impor atas barang stok sehingga kuota impor yang diajukan pelaku usaha dinilai lebih besar dari biasanya.

“Kalau mau ada event Lebaran ya stoknya harus ditingkatkan baru bisa mencapai target penjualan. Mungkin itu yang membuat Kementerian terkait bingung, ‘kok mintanya lebih banyak dari rata-rata’,” katanya.

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut disebabkan oleh proses perizinan impor yang harus melalui sejumlah kementerian, seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

“Kalau prosesnya itu kan harus mengajukan ke Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan. Nah itu mungkin prosesnya di situ yang harus dipercepat,” ujarnya.

Adapun barang yang mengalami kendala pasokan umumnya merupakan produk fesyen dan aksesori bermerek yang banyak dijual di pusat perbelanjaan. “Contohnya mungkin baju, sepatu, tas yang branded, barang-barang branded,” ujar dia.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Super League: Drama 7 Gol, Bali United Kalahkan Arema FC di Kanjuruhan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
BI: Uang Primer Tumbuh 18,3%, Tembus Rp2.228 Triliun
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah Menargetkan Transaksi Rp53 Triliun dalam Program BINA Lebaran 2026 untuk Dongkrak Konsumsi Nasional
• 8 jam lalupantau.com
thumb
5 Mall di Jakarta yang Bagikan Takjil Ramadan 2026 Gratis
• 3 menit lalubeautynesia.id
thumb
Refleksi atas Tanggapan China & Rusia terhadap Serangan AS & Israel ke Iran
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.