Penderita GERD Wajib Tahu, Ini Cara Mengatasinya Menurut Ahli

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Menurut pakar, GERD dapat sembuh jika mengurangi faktor risiko penyebabnya dan melakukan pengobatan sampai tuntas.

“Obatinya tadi menghilangkan gejala juga komplikasi, gaya hidup, kalau dia merokok stop merokok, kalau dia (minum) alkohol juga stop, berat badan penting untuk diturunkan, kemudian diet rendah lemak, Jadi ini memang mesti diturunkan,” kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH uru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa GERD tetap dapat disembuhkan dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, menurunkan berat badan agar tidak obesitas, tidur cukup, dan mengelola stres.

Menurut penelitian yang telah ia lakukan sebelumnya, rata-rata penderita GERD merupakan pria dengan kebiasaan merokok, obesitas, dan usia di atas 40 tahun.

Meskipun demikian, merujuk pada pola hidup sekarang ini, banyak anak-anak yang mengalami GERD karena pola makan yang tidak sehat, paparan makanan yang mengandung keju dan coklat sejak bayi, serta kebiasaan tidur setelah makan juga menjadi pemicu.

“Makan coklat keju yang berlebihan sejak kecil, kemudian juga kebiasaan makan langsung tidur gitu. Dan sekarang cenderung anak-anak ini juga kurang bergerak karena gadget, kurangin gadget jadi artinya mereka harus sering di playground,” tandasnya.

Indikasi parahnya penyakit GERD dapat dilihat dengan melakukan endoskopi untuk melihat seberapa parah luka pada usus dan melihat gap katup lambung yang menahan cairan asam lambung naik ke kerongkongan.

Biasanya pasien yang menderita GERD sering merasakan nyeri dada dan ulu hati, rasa terbakar di dada, dan muntah berulang. Jika memang memiliki keluhan seperti ini, maka dianjurkan untuk melakukan endoskopi untuk melihat kemungkinan GERD.

Selain endoskopi, GERD dapat disembuhkan dengan meminum obat penekan asam lambung seperti obat baru golongan P-CAB Vonoparazan, Tegoprazan dan Fexuprazan yang menjadi harapan penderita GERD karena bakteri helicobacter pylori.

“Sekarang ini sudah eranya P-CAB, Jadi melihat bahwa memang akhirnya karena kita 20 persen pasien-pasien yang diobatin dengan obat yang sebelumnya itu gagal, Jadi ini menjadi harapan buat penderita GERD ada obat baru,” harapnya.

Ia juga menambahkan GERD dapat dikurangi dengan melakukan puasa intermiten, dan menjaga asupan protein.(ant/mar/wld/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Pasokan BBM dan LPG Tetap Aman Hingga Idulfitri
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Balita yang Disandera Rentenir di Bekasi Juga Dijual Pelaku Lewat Status WA
• 18 jam laludisway.id
thumb
Angka Penjualan di Mal Seluruh Indonesia Meningkat hingga 15 Persen Jelang Lebaran
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Cetak Rekor, TASPEN Telah Menyalurkan 97 Persen THR Pensiun 2026
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
OLXmobbi Astra Jual 33.000 Unit Mobil Bekas Sepanjang 2025
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.