Trump Ultimatum Iran: Tak Ada Kesepakatan Kecuali Menyerah Tanpa Syarat

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ultimatum terbaru kepada Iran. Trump menuntut Iran segera menyerah untuk mengakhiri perang yang berkecamuk.

Hal itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya. Trump mengatakan satu-satunya kesepakatan bisa tercapai dengan Iran jika negara itu menyerah tanpa syarat.

"Tidak ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat," tulis Trump dilansir AFP, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Israel Hancurkan Bunker Milik Ali Khamenei di Iran

Unggahan Trump itu muncul ketika Israel membombardir target rezim di Teheran dan posisi Hizbullah di Beirut. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya juga telah serangan AS terhadap Iran "akan meningkat secara dramatis."

Trump mengatakan bahwa setelah penyerahan diri oleh Iran, Amerika Serikat dan sekutunya akan berupaya untuk membawa Iran ke arah lebih baik. Dia menjanjikan Iran yang lebih kuat secara ekonomi.

Menutup unggahannya, Trump menulis slogan baru, yaitu, Make Iran Great Again (MIGA). Slogan itu merupakan variasi dari Make America Great Again yang selama ini kerap didengungkan oleh Trump.

Baca juga: Bahlil: Golkar Percaya Kemampuan Prabowo Mediasi Konflik AS-Israel Vs Iran

Trump juga sebelumnya bersikeras dirinya harus ikut berperan dalam memilih pemimpin tertinggi Iran berikutnya, setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS-Israel.

Trump menyebut putra Khamenei, Motjaba Khamenei, yang menjadi kandidat terdepan sebagai pemimpin tertinggi Iran selanjutnya, tidak dapat diterima.

"Putra Khamenei kurang berpengaruh," sebut Trump dalam wawancara dengan media Axios, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya.

Baca juga: Penyebab Rusia Tak Pasok Senjata ke Iran yang Lagi Perang

"Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti dengan Delcy," ucap Presiden AS itu, membandingkan situasi Iran dengan Venezuela, di mana presiden sementara Delcy Rodriguez mau bekerja sama dengan AS di bawah ancaman kekerasan setelah penggulingan pemimpin negara itu, Nicolas Maduro.




(ygs/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Terakhir! Lowongan Kerja Bisnis IPB University Maret 2026, Buka 12 Posisi
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Saling Lapor Pasutri Diduga Curi Makanan Lawan Owner Resto di Kemang
• 5 jam laludetik.com
thumb
Insanul Fahmi Minta Penyidikan soal Laporan Mawa Ditunda, Polisi: Tetap Diproses
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jalan Santai Tertimpa Bekas Roket, Ancam Semua Warga Bumi
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Disebut Pilih Jalan Moderat Sikapi Geopolitik Dunia
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.