JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur, memanfaatkan sketsa wajah untuk mengidentifikasi terduga pelaku pencurian uang takziah.
Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, Fadoli, mengatakan penggunaan sketsa wajah belum membuahkan hasil maksimal.
"Belum maksimal baru dicek menggunakan sketsa wajah, hanya diduga cuma alamatnya di Palembang," ujar Fadoli saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Pura-pura Melayat, Perempuan Diduga Gasak Uang Takziah di 3 Rumah Jaktim
Fadoli menambahkan, penyelidikan masih berlanjut karena pelaku diduga sudah meninggalkan lokasi dan berpindah cukup jauh.
"sudah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut sementara masih belum ada hasil, ya mungkin karena viral jadi pelaku pergi jauh. Kemaren ada beberapa informasi katanya kenal ternyata bukan," ungkapnya.
Ia juga memastikan jumlah uang yang dicuri belum diketahui karena keluarga korban belum menghitung sumbangan warga.
"Karena sumbangan warga yg ada diamplop belum sempat dibuka dan dihitung oleh keluarga jadi tidak ketahuan jumlahnya," jelas Fadoli.
Peristiwa pencurian terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Pelaku, seorang perempuan, terekam video membawa tas dan berlari di permukiman warga.
Baca juga: Owner Bibi Kelinci Kemang Jadi Tersangka, Dilaporkan Pencuri di Restorannya
Dalam video yang diunggah akun Instagram @info_cipayung, pelaku disebut juga beraksi di Lubang Buaya dan Bambu Apus, Jakarta Timur, dengan modus berpura-pura menjadi pelayat saat keluarga korban mengantar jenazah ke pemakaman.
"Pelaku beraksi saat keluarga korban sedang pergi untuk mengantar jenazah ke pemakaman. Dalam rekaman CCTV terlihat seorang wanita berkerudung yang dicurigai dari gerak geriknya," tulis akun Instagram info_cipayung.
Fadoli membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan pelaku beraksi di tiga lokasi berbeda.
"Betul TKP yang sama, kita sudah cek TKP dan kita sedang lakukan penyelidikan. Sementara korban belum buat laporan," ujar Fadoli saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Menurut Fadoli, pelaku berpura-pura mengenal keluarga almarhum dan berbaur dengan pelayat lain.
Baca juga: Pelarian Pencuri Uang Pedagang Nasi Uduk di Bekasi Berakhir, Terungkap dari Rekaman CCTV
"Pelaku pura-pura kenal dengan salah satu keluarga almarhum dan ikut kumpul dengan para pelayat yang lain, pada saat proses berangkat ke pemakaman, keluarga ikut ke makam, pelaku pura-pura numpang buang air kecil," tutur Fadoli.
Setelah itu, pelaku masuk ke rumah dan mengambil uang takziah, yang kemudian dimasukkan ke dalam tas sebelum meninggalkan lokasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



