Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan enam strategi utama untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar mengungkapkan enam strategi tersebut antara lain memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap, mengidentifikasi lokasi rawan bencana, serta menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU).
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan posko dan tim tanggap bencana di titik rawan, memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), memfungsionalkan tambahan ruas jalan tol, menyiapkan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) operasional dan fungsional, serta menerapkan diskon tarif tol. Kementerian PU juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Terakhir Kementerian PU juga menyediakan mikrosite jalur lebaran yang berisikan informasi bagi para pemudik Lebaran 2026,” kata Roy dalam Media Gathering Persiapan Mudik Lebaran 2026 di Pendopo Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Roy menjelaskan strategi pertama adalah memastikan seluruh jalan nasional berada dalam kondisi mantap, bebas dari lubang, serta dilengkapi fasilitas pendukung jalan yang berfungsi baik.
Sebagai informasi, panjang jalan nasional non-tol saat ini mencapai 47.603 kilometer dengan tingkat kemantapan 93,50%, sementara panjang jalan tol mencapai 3.115 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga
- KAI Daop 4 Catat 434.000 Reservasi Tiket Jelang Mudik Lebaran 2026
- KDM Siapkan Duit Kompensasi Rp6,5 Miliar untuk Sopir Angkot Cs Selama Mudik Lebaran
- Perang Bayangi Mudik Lebaran
Roy menambahkan akses penyeberangan Jawa–Sumatra juga menjadi perhatian utama Kementerian PU karena menjadi tulang punggung arus logistik dan mobilitas masyarakat saat mudik Idulfitri. Akses tersebut meliputi jalan menuju Pelabuhan Merak, Pelabuhan BBJ, Pelabuhan Ciwandan, serta Pelabuhan Bakauheni di Lampung.
Ruas-ruas tersebut ditargetkan berfungsi optimal H-10 Lebaran agar mampu melayani arus mudik maupun arus balik pada Lebaran 2026.
Roy mengatakan Kementerian PU juga memberikan perhatian pada koridor utama jalur Lebaran seperti jalur Pantura Jawa, jalur utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta jalur lintas tengah Pulau Jawa.
Pemerintah menargetkan penuntasan perbaikan jalan dan penambalan lubang di seluruh jalur mudik selesai H-10 Lebaran guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
Selain itu, pemerintah juga memastikan kondisi jalur tetap aman dilalui pascabencana. Di provinsi seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional dapat dilalui atau fungsional pada H-10 Lebaran.
Sebagai contoh di Aceh, Jembatan Krueng Teungku dan Krueng Meureudu yang sebelumnya putus akibat bencana kini telah difungsionalkan kembali sehingga dapat dilalui kendaraan.
“Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif yang diusulkan nanti akan dibahas bersama dengan Forum Lalu Lintas agar di jalur tersebut tidak terjadi kemacetan yang cukup parah pada saat lonjakan arus mudik maupun arus balik lebaran nantinya,” kata Roy.
Roy mengatakan sejumlah kejadian bencana dalam beberapa minggu terakhir juga telah ditangani, seperti banjir di akses Jalan Pelabuhan Ciwandan, longsor di Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo, angin puting beliung di Jalan Raya Sambong–Batang, serta jalan amblas di Jalan Nasional Soleh Iskandar, Bogor.
Seluruh titik tersebut kini telah ditangani dan kembali fungsional untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026. Strategi kedua adalah mengidentifikasi lokasi rawan longsor dan banjir pada ruas jalan nasional di seluruh Indonesia serta menyiapkan DRU berupa alat berat, material, dan tim pendukung.
Berdasarkan informasi BMKG, periode Lebaran 2026 diperkirakan didominasi curah hujan sedang hingga tinggi. Kementerian PU telah mengidentifikasi lebih dari 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik rawan rob di jalan nasional non-tol.
Roy mengatakan data tersebut menjadi dasar penempatan DRU, posko, serta langkah penanganan cepat di lapangan. Kementerian PU menyiapkan 1.461 unit DRU di sepanjang jalan nasional non-tol di luar tambahan unit akibat bencana di Sumatra.
Peralatan tersebut mencakup excavator, loader, dump truck, motor grader, dan berbagai alat berat lainnya. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan material darurat seperti jembatan Bailey, bronjong, sandbag, geotekstil, hingga campuran aspal cepat yang tersebar di berbagai wilayah.
“Ini memastikan penanganan kerusakan dapat dilakukan tanpa menunggu suplai tambahan,” katanya.
Roy menambahkan Kementerian PU juga menyediakan 496 posko dan tim tanggap bencana di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi kondisi darurat di titik rawan bencana. Posko tersebut akan beroperasi mulai 11 Maret hingga 1 April 2026 sebagai pusat koordinasi dan pelayanan cepat terhadap gangguan lalu lintas.
Selain itu, Kementerian PU juga mengidentifikasi 249 titik rawan kemacetan dan 187 titik rawan kecelakaan di ruas jalan nasional non-tol. Khusus di Pulau Jawa, beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain Jalan Raya Cilegon–Merak, kawasan Bypass Cilegon, serta beberapa ruas lainnya yang kerap mengalami kemacetan berulang.
Strategi keempat adalah memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta menyiapkan tambahan ruas tol operasional dan fungsional.
Saat ini terdapat 76 ruas jalan tol sepanjang 3.115 km yang telah beroperasi dengan 136 TIP serta 189 SPKLU untuk mendukung kendaraan listrik selama periode Lebaran 2026.
Roy mengatakan pihaknya juga telah meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan berbagai langkah peningkatan layanan seperti memastikan drainase dan jembatan dalam kondisi baik, memastikan sistem transaksi gerbang tol berfungsi, menyiagakan petugas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, memasang lampu penerangan dan rambu peringatan, hingga menyiapkan posko kesehatan, toilet portable, dan mobil toilet.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, pemerintah menyiapkan 10 ruas tol fungsional sepanjang 291,13 km. Rinciannya yaitu 3 ruas di Sumatra sepanjang 90,73 km, 1 ruas di Kalimantan sepanjang 52,37 km, dan 6 ruas di Jawa sepanjang 148,03 km.
Dari ruas tol fungsional tersebut juga disiapkan 15 TIP fungsional tambahan di Sumatra dan Jawa yang dapat digunakan secara terbatas oleh pengguna jalan.
Roy mengatakan terkait pemberian diskon tarif tol, besarannya ditetapkan sebesar 30% berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Penetapan tersebut juga mempertimbangkan keseragaman diskon dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan kapal penyeberangan.
“Terdapat total 29 ruas tol yang akan memberlakukan potongan tarif,” kata Roy.
Strategi kelima adalah memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi seperti Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Korps Lalu Lintas, BMKG, BUJT, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Sebagai bagian dari kebijakan bersama, pemerintah juga menerapkan pembatasan operasional angkutan barang pada 13–29 Maret 2026. Selain itu, seluruh pekerjaan konstruksi di sekitar ruang manfaat jalan dihentikan mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.
Terakhir, Kementerian PU meluncurkan mikrosite khusus mudik melalui situs mudik.pu.go.id untuk mendukung program Mudik Nyaman Bersama.
Mikrosite tersebut menyediakan berbagai informasi penting secara real time, sehingga pemudik dapat mengakses data secara akurat dan praktis. Fitur yang tersedia antara lain peta tematik jalur mudik, peta curah hujan, perencanaan perjalanan, informasi CCTV, kanal berita, hingga layanan call center 24 jam.





