Qatar Ungkap Perang di Iran Bisa Jatuhkan Ekonomi Dunia, Produksi Minyak di Teluk Berpotensi Disetop

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Kebakaran terlihat di lokasi terdampak serangan udara Israel di Dahiyeh, selatan Beirut, Lebanon, Jumat (6/3/2026). (Sumber: Hassan Ammar/Associated Press)

DOHA, KOMPAS.TV - Menteri Energi Qatar, Saad Al-Kaabi menyatakan, perang Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran dapat "menjatuhkan ekonomi dunia."

Alasannya, perang tersebut dapat menghentikan produksi minyak di negara-negara Teluk Arab.

Perang yang diluncurkan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026) lalu disebutnya mengganggu produksi dan distribusi minyak dari Teluk Arab. Kawasan ini dikenal sebagai pemain kunci dalam rantai pasok energi dunia.

Dalam wawancara bersama The Financial Times via Al Jazeera, Jumat (6/3), Saad Al-Kaabi memprediksi negara-negara di Teluk Arab akan menghentikan produksi dalam waktu beberapa pekan.

Penghentian produksi disebutnya akan membuat harga minyak dunia meroket hingga 150 dolar AS per barel.

Sebagai catatan, menurut data Bloomberg, harga minyak terbaru ada di angka 88,05 dolar AS per barel untuk minyak mentah WTI, sedangkan minyak mentah Brent mencapai 90,21 dolar AS per barel.

Baca Juga: Bahlil Jamin Stok BBM dan LPG Aman hingga Lebaran, Pastikan Harga Tak Ada Kenaikan

Saad Al-Kaabi menyampaikan pesimisme mengenai pemulihan distribusi energi pascaperang.

Menurutnya, bagi Qatar, dibutuhkan waktu "berpekan-pekan hingga berbulan-bulan" untuk mencapai siklus distribusi energi normal setelah perang berhenti.

Diberitakan KompasTV sebelumnya, pemerintah RI telah menyampaikan antisipasi kenaikan harga minyak akibat perang AS-Israel di Iran.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • perang iran
  • harga minyak dunia
  • qatar
  • produksi minyak teluk arab
  • serangan as israel ke iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu Ungkap Isi Surat Duka Cita Prabowo atas Wafatnya Khamenei
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
BI: Cadangan Devisa Februari 2026 Capai 151,9 Miliar Dolar AS
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
BMKG Peringatkan Risiko Karhutla 2026 Meningkat akibat Cuaca di Musim Kemarau Lebih Kering
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Satpol PP Jakarta Utara Menjaring Delapan Pengemis Bawa Balita dalam Operasi Pekat Selama Ramadhan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Kemlu: WNI dari Iran Diperkirakan Tiba di Indonesia Minggu Depan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.