Grid.ID - Berikut profil Sabrina Farhana, istri founder animasi Nussa Rara yang ramai dituduh pelakor syariah. Jejak kariernya menjadi sorotan.
Dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh founder animasi Nussa Rara, Aditya Triantoro, menyeret nama Sabrina Farhana. Mantan istri Aditya Triantoro, Annisa Hadiyanti, menyebut jika pendiri animasi Nussa Rara tersebut selingkuh dengan lebih dari lima wanita.
Aditya disebut telah menikah dengan perempuan yang terakhir dikabarkan dekat dengannya. Diketahui jika Aditya kini telah menikah lagi dengan influencer Sabrina Farhana. Dari pernikahan tersebut keduanya telah memiliki anak. Siapakah sosoknya?
Profil Sabrina Farhana
Sabrina Farhana merupakan istri founder animasi Nussa Rara yang ramai dituduh pelakor syariah. Jejak kariernya menjadi sorotan.
Melansir dari Bangkapos.com, Sabrina Farhana dikenal sebagai CEO sekaligus pendiri Mediarumu Digital Agency. Berdasarkan sejumlah sumber, perempuan yang lahir di Jakarta pada 24 Januari ini dikenal sebagai pengusaha di bidang digital marketing dengan perjalanan karier yang cukup beragam.
Sebelum menekuni dunia bisnis, Sabrina pernah berkarier sebagai pembaca berita di Metro TV. Setelah itu, ia memutuskan untuk mengembangkan kemampuannya di bidang business development.
Dalam perjalanan kariernya, Sabrina juga sempat bekerja di Jepang dan berkesempatan bertemu langsung dengan pendiri sebuah perusahaan di Tokyo. Pengalaman profesionalnya kemudian berlanjut ketika ia bergabung dengan perusahaan yang berasal dari Jerman.
Serangkaian pengalaman internasional tersebut membuatnya semakin tertarik mendalami industri digital media. Hingga akhirnya, ia mendirikan Mediarumu Digital Agency yang berkantor di kawasan Pancoran.
Di media sosial, Sabrina juga cukup aktif dan dikenal sebagai selebgram dengan lebih dari 17 ribu pengikut di Instagram. Selain aktif di dunia digital, ia juga dikenal sebagai ibu dari dua anak dan kerap tampil mengenakan hijab dalam berbagai unggahannya.
Namun setelah isu dugaan perselingkuhan mencuat ke publik, Sabrina diketahui membatasi fitur komentar pada akun media sosial miliknya.
Selanjutnya, nama Aditya Triantoro, pendiri animasi Nussa dan Rara, tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan perselingkuhan. Isu tersebut mencuat usai pengakuan mantan istrinya, Annisa Hadiyanti, yang mengungkap kisah rumah tangga mereka ke publik.
Annisa membeberkan dugaan perselingkuhan yang melibatkan Aditya Triantoro, sehingga nama pendiri animasi Nussa dan Rara itu mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Perhatian publik semakin meningkat ketika Annisa hadir sebagai bintang tamu dalam podcast DILAN NO FILTER yang tayang di kanal C8 Podcast pada Rabu (4/3/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Annisa menceritakan konflik rumah tangga yang akhirnya berujung pada perceraian. Saat menyampaikan kisahnya, Annisa terlihat emosional dengan suara bergetar dan beberapa kali menitikkan air mata.
Ia mengaku kenangan mengenai perlakuan mantan suaminya membuatnya sulit menahan perasaan. Menurut Annisa, perpisahan mereka bukan terjadi karena persoalan sepele, melainkan dipicu oleh adanya pengkhianatan dalam rumah tangga.
Ia juga mengungkapkan bahwa suaminya diduga menjalin hubungan dengan lebih dari lima perempuan. Kecurigaan terhadap perselingkuhan tersebut, menurut Annisa, mulai muncul sejak tahun 2018.
"2018 itulah yang bikin saya ada apa nih, kok tiba-tiba suami minta cerai," ujar Annisa.
Saat itu, Annisa mulai merasakan adanya kejanggalan dalam kehidupan rumah tangganya. Walau sempat mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut, Annisa mengaku memilih untuk memaafkan.
Namun keputusan itu ternyata tidak membuat kebiasaan tersebut berhenti. Menurutnya, tindakan serupa kembali terjadi beberapa waktu kemudian.
Bahkan kini Aditya disebut telah menikahi perempuan yang sebelumnya dikabarkan memiliki hubungan dekat dengannya. Tak hanya membahas persoalan perselingkuhan, Annisa juga menyinggung masalah pembagian harta bersama setelah perceraian.
Ia merasa pembagian tersebut tidak berjalan adil, padahal perusahaan yang mereka miliki dibangun bersama sejak awal. Yang lebih menyakitkan baginya, Annisa mengaku justru dikeluarkan dari perusahaan yang pernah ia dirikan bersama mantan suaminya.
Padahal, bisnis tersebut dirintis dari nol saat mereka masih berstatus suami istri. Perselisihan di antara keduanya kini bahkan berkembang menjadi sengketa terkait hak kekayaan intelektual.
Annisa mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa IP animasi Nussa dan Rara telah dijual kepada rumah produksi Visinema Pictures. Sebagai salah satu pendiri, ia merasa seharusnya dilibatkan atau setidaknya mengetahui proses transaksi penting tersebut.
Namun informasi mengenai penjualan itu justru ia ketahui ketika proses hukum tengah berjalan. Selain itu, Annisa juga mempertanyakan keterbukaan terkait perjanjian royalti dari karya tersebut.
Ia menilai jumlah yang diterimanya tidak sebanding dengan potensi besar dari IP animasi tersebut. Merasa dirugikan baik secara finansial maupun profesional, Annisa akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum guna memperjuangkan hak yang menurutnya layak ia terima. (*)
Artikel Asli




