Milisi Pro-Iran Intensifkan Serangan di Timur Tengah

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Baghdad

Irak Menjadi Front Utama Pertempuran Proksi antara Teheran, Israel, dan Amerika Serikat

Jaringan milisi yang didukung Iran di seluruh Timur Tengah dilaporkan mengintensifkan serangan terhadap Israel, Amerika Serikat (AS), dan sekutu mereka. Eskalasi ini merupakan respons atas ofensif gabungan AS-Israel terhadap Teheran yang kian meluas, memicu kekhawatiran akan terjadinya kekacauan regional yang lebih besar.

Irak kini muncul sebagai garis depan utama dalam konfrontasi yang sering kali bersifat klandestin ini. Sejak konflik pecah, berbagai faksi bersenjata di Irak telah meluncurkan puluhan serangan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Yordania dan Irak.

Dalam beberapa hari terakhir, target serangan meluas hingga mencakup infrastruktur kelompok oposisi Kurdi-Iran yang berbasis di wilayah utara Irak. 

Sebagai tanggapan, Israel dan AS berupaya melumpuhkan kapabilitas milisi pro-Iran melalui serangan udara dan operasi pasukan khusus di lapangan.

Ketegangan di Jalur Proksi

Secara historis, Irak telah menjadi medan tempur proksi sejak invasi pimpinan AS pada tahun 2003. Meskipun pemimpin Irak saat ini berupaya menjaga jarak agar tidak terseret ke dalam konflik baru, pengaruh kelompok bersenjata yang direkrut dari komunitas Syiah dan berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tetap dominan.

Di Washington, para pejabat memberikan sinyalemen untuk memobilisasi kelompok oposisi Kurdi Iran, yang berpotensi digunakan dalam operasi di wilayah barat laut Iran. 

Sementara itu, kelompok perlawanan pro-Iran mengklaim telah menyerang pangkalan AS di bandara Erbil. Selain itu, drone dan rudal dilaporkan meluncur dari gurun barat Iran menuju Yordania, serta serangan rudal dari selatan Irak yang menyasar Kuwait.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada hari Kamis 5 aret 2026, kelompok milisi memperingatkan negara-negara Eropa untuk tidak terlibat dalam perang ini, sembari mengancam keberadaan pasukan dan pangkalan mereka di kawasan tersebut.

Operasi Senyap dan Dampak Lapangan

Aktivitas militer ini tidak berjalan tanpa hambatan. Kantor Berita Irak melaporkan bahwa pasukan keamanan berhasil menggagalkan upaya peluncuran rudal dari provinsi Basra yang ditujukan ke negara tetangga. 

Juru bicara militer Israel juga mengonfirmasi adanya serangan drone dari arah Irak, meski dalam jumlah yang terbatas.

Michael Knights, pakar Irak dari Horizon Engage di New York, menilai bahwa kelompok-kelompok Irak ini sedang berusaha mencari relevansi pasca-peristiwa besar di kawasan.

"Terdapat sistem drone jarak pendek yang digunakan di Irak yang tidak mungkin diterbangkan jauh dari Israel. Ini menunjukkan adanya tindakan terselubung yang sedang berlangsung di lapangan. Ada banyak perang proksi yang terjadi," ujar Knights yang dikutip oleh The Guardian

Di sisi lain, serangan "drone bunuh diri" terhadap basis milisi di selatan Baghdad dan Basra dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 15 pejuang, mayoritas dari kelompok Kataib Hezbollah. Kelompok tersebut mengonfirmasi bahwa salah satu komandannya tewas dalam serangan di Irak selatan pada hari Rabu 4 Maret 2026.

Peta Kekuatan 'Poros Perlawanan'

Meski Iran telah menghabiskan dekade terakhir untuk membangun koalisi militan dari Samudra Hindia hingga Mediterania sebagai instrumen deterensi, aliansi yang dikenal sebagai "Poros Perlawanan" ini mulai melemah akibat ofensif bertubi-tubi dari Israel.

Renad Mansour, peneliti senior dari Chatham House, menyoroti bahwa fokus kelompok-kelompok ini sekarang adalah pada keberlangsungan hidup mereka sendiri.

"Ini sangat berkaitan dengan upaya bertahan hidup... Dan bagi mereka, bertahan hidup didasarkan pada kalkulasi yang tidak selalu tentang kelangsungan hidup Iran," jelas Mansour.

Sementara Hamas dan kelompok Houthi di Yaman masih cenderung berada di pinggir konflik saat ini, laporan terbaru menunjukkan munculnya kelompok-kelompok baru, seperti "Ahwaz Falcons," yang mulai menyerang target IRGC di Iran barat daya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasatgas Tito Pastikan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PU: Diskon Tarif Tol 30 Persen Diberlakukan Saat Mudik Lebaran
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Makan All You Can Eat Bisa Picu GERD? Begini Cara Cegahnya Kata Ahli
• 16 menit lalukumparan.com
thumb
Saat Indonesia Mengetuk Pintu Damai untuk Dunia yang Tak Lagi Baik-Baik Saja
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kronologi Mahasiswa Geruduk Acara Diskusi Buku yang Dihadiri Dasco di ITB
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.