PGN (PGAS) Raih Laba Bersih Rp3,6 Triliun di 2025, Turun 36,6 Persen

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN (PGAS) membukukan laba bersih sebesar USD215,4 juta atau setara dengan Rp3,6 triliun pada 2025.

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN (PGAS) membukukan laba bersih sebesar USD215,4 juta atau setara dengan Rp3,6 triliun pada 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN (PGAS) membukukan laba bersih sebesar USD215,4 juta atau setara dengan Rp3,6 triliun pada 2025. Capaian tersebut lebih rendah 36,5 persen dibandingkan 2024 yang sebesar RpUSD339,4 juta.

Penurunan profitabilitas tersebut terjadi di tengah pendapatan PGN yang tumbuh 4,9 persen menjadi USD3,98 miliar. Segmen niaga gas bumi menjadi penopang utama pendapatan PGN dengan porsi 70 persen.

Baca Juga:
Perluas Portofolio EBT, PGN (PGAS) Kembangkan Biometana di Sumsel

Penurunan laba bersih PGN terutama disebabkan dua faktor. Pertama, beban pokok pendapatan yang membengkak 8,1 persen sehingga menggerus laba kotor 7,8 persen menjadi USD698 juta. Kedua, adanya penyusutan pada nilai properti migas sebesar USD99,5 juta.

Penyusutan tersebut merupakan penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha yang bergerak di segmen hulu migas. Hla ini dipengaruhi perubahan asumsi cadangan.

Baca Juga:
PGN LNG Indonesia Siap Regasifikasi 30 Kargo Sepanjang 2026

Penyesuaian ini juga dilakukan untuk menyelaraskan dengan standar akuntansi dan regulasi migas yang berlaku sebagai bentuk kehati-hatian dan transparansi. Namun, penyesuaian ini bersifat non-cash sehingga tak berdampak pada arus kas operasional dan keberlangsungan usaha.

Selain itu, PGN juga mencatat rugi kurs sebesar USD7,2 juta. Ditambah, beban keuangan yang mencapai USD99,5 juta meski lebih rendah daripada 2024 yang sebesar USD75,3 juta.

PGN juga menjalankan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi dan optimatilasi kas serta pengelolaan portofolio yang prudent. Pada 2025, beban umum dan administrasi turun 17 persen atau setara USD33,3 juta.

Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar USD971,2 juta. Dari sisi arus kas, PGN mencatat arus kas dari aktivitas operasional sebesar USD657 juta, turun 16,3 persen dibandingkan 2024 yang mencapai USD785 juta. Arus kas yang tebal ini mencerminkan ketahanan fundamental dan kapasitas kas yang tetap kuat di tengah dinamika industri energi.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pembayaran kepada pemasok (USD2,68 miliar) dan beban usaha dan aktivitas operasi lainnya (USD482 juta), sedangkan penerimaan dari pelanggan naik 7,1 persen menjadi USD4,1 miliar.

“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” kata Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman melalui keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

Secara operasional, PGN mencatat volume niaga gas sebesar 836 BBTUD sementara transmisi gas bumi naik 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD. Kenaikan ini seiring meningkatnya penyerapan gas bumi oleh pelanggan.

Untuk segmen bisnis infrastruktur LNG, volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17 persen. Sedangkan di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan existing.

Sepanjang tahun lalu, PGN juga terus memperluas infrastruktur gas bumi dengan menambah lebih dari 230 kilometer (km) jaringan pipa distribusi jarga, serta menjaga keandalan sistem operasi dengan tingkat availability mencapai 98,84 persen.

Fajriyah menambahkan, PGN juga senantiasa menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis.

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujarnya.

Kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut menguat dengan volume pemrosesan LPG sebesar 117 metrik ton per hari atau naik 8 persen. Sedangkan pencapaian lifting minyak dan gas sebesar 17.519 BOEPD. 

Pada segmen LNG Trading Internasional, PGN berhasil mengirim tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar internasional sepanjang 2025. 

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diplomasi Indonesia untuk Iran–AS Dapat Dukungan Internasional
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Ini Faktor-Faktor yang Menekan 124,85 Poin IHSG pada Penutupan Hari Ini
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Populer: China Jadi Tempat Transit ke Eropa; Kapal Pertamina Tertahan di Hormuz
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi Tersangka, Owner Bibi Kelinci Bakal Penuhi Panggilan Komisi III DPR
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov Kalsel Kebut Pengembangan KEK Mekar Putih agar Masuk PSN
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.