Populer: China Jadi Tempat Transit ke Eropa; Kapal Pertamina Tertahan di Hormuz

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Perang di Iran yang mengubah rute penerbangan global menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (6/3). Selain itu, dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz dan upaya diplomasi RI. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Perang di Iran Ubah Rute Penerbangan Global, China Jadi Tempat Transit ke Eropa

Konflik yang memanas di Iran telah secara drastis mengubah lanskap penerbangan global, khususnya bagi rute antara Australia dan Eropa. Data terbaru dari perusahaan perjalanan Flight Centre Travel Group Ltd, seperti dikutip Bloomberg pada Jumat (6/3), menunjukkan lonjakan signifikan pada jumlah penumpang bisnis yang kini memilih China sebagai titik transit utama.

Bandara-bandara di Shanghai dan Beijing mencatat peningkatan lebih dari dua kali lipat jumlah penumpang korporasi pada rute jarak jauh antara Senin (2/3) hingga Kamis (5/3) dibandingkan pekan sebelumnya.

Pergeseran ini terjadi menyusul terganggunya rute tradisional melalui hub penerbangan Timur Tengah seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha. Sejak konflik pecah, lebih dari 27.000 penerbangan menuju pusat-pusat tersebut telah dibatalkan, menyebabkan ribuan penumpang telantar dan terpaksa mencari alternatif yang lebih panjang serta mahal.

Meskipun demikian, sektor perjalanan bisnis tetap aktif, dengan para pelaku usaha beradaptasi mencari jalur lain di tengah ketersediaan kursi penerbangan yang semakin terbatas.

2 Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, RI Tempuh Diplomasi ke Iran

Dua kapal tanker minyak milik PT Pertamina (Persero) dilaporkan masih tertahan di Selat Hormuz menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri RI melalui Dirjen Asia Pasifik dan Afrika (ASPASAF), Santo Danosumarto, menyatakan bahwa upaya diplomasi intensif terus dilakukan dengan pihak Iran guna memastikan perlindungan dan kelancaran jalur dua kapal tersebut. Kondisi di kawasan yang belum kondusif ini memerlukan koordinasi berkelanjutan untuk mencari solusi.

Situasi ini memiliki implikasi ekonomi signifikan bagi Indonesia, mengingat Timur Tengah merupakan salah satu mitra dagang terbesar. Pertamina menggarisbawahi bahwa sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah perusahaan berasal dari Timur Tengah dan melintasi Selat Hormuz.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mengkonfirmasi adanya negosiasi yang sedang berlangsung untuk kapal-kapal yang terpaksa bersandar demi keamanan ini, menunjukkan pentingnya jalur pelayaran tersebut bagi pasokan energi nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Ancam Serangan Rudal Tetap Berlanjut: Kami Tak Percaya Amerika
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Wamen P2MI Lepas 29 Perawat Indonesia ke Jerman, Christina Langsung Pasang Target Ini!
• 12 jam laludisway.id
thumb
Tombol Komputer Eror, 60.000 Orang Langsung Tewas Dihantam Nuklir
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Senangnya John Herdman, Bek Belgia Berdarah Surabaya Rekan Klub Ragnar Oratmangoen Bisa Bela Timnas Indonesia
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Timteng Memanas, 14.769 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Indonesia
• 13 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.