Kupang, tvOnenews.com - Viral di media sosial, seorang guru pria bernama Rusly Lingu Djara (32) yang mengajar di sebuah sekolah menengah di Kabupaten Sabu Raijua, NTT mencium dan memeluk para siswa lelaki di dalam kelas.
Dalam video berdurasi lebih dari 1 menit, menggambarkan Rusly Lingu Djara berdiri di depan kelas, dan dihampiri para siswa lelaki untuk menunjukkan buku catatannya.
Setelah itu guru Rusly memberi ciuman kepada siswa laki-laki sambil memeluk erat, sebelum para siswa meninggalkan kelas.
Aksi Rusly Lingu Djara mendapat beragam tanggapan dan reapons dari netizen.
Banyak yang mencela aksi Rusly, karena tidak sepantasnya hal itu dilakukan dan beredar luas di media sosial.
Seorang tokoh pemuda Kabupaten Sabu, Joy Rihi Gah sangat menyayangkan aksi guru Rusly tersebut.
Menurutnya, sebagai seorang pendidik tidak sepantasnya melakukan aksi seperti dalam video viral tersebut, apapun alasannya apalagi sampai beredar di media social.
Ciuman bagi orang Sabu memiliki tradisi atau adat budaya sebagai bentuk penghormatan, apresiasi dan kasih sayang, namun ciuman budaya Sabu hidung bertenu hidung dan bibir dilipat ke dalam mulut.
"Kalau ciuman guru Rusly sama sekali bukan adat budaya orang Sabu," ujar Joy Rihi Gah, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, apa yang dilakukan guru Rusly Lingu Djara perlu disikapi dan ditanggapi serius, harus diselidiki apa motifnya melakukan ciuman dan pelukan dengan siswa laki-laki.
Bila ada perilaku menyimpang, harus segera ditindak tegas, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terutama bagi perkembangan anak murid.
Pengakuan Guru RuslyRusly ketika dihubungi mengakui adanya video viral, namun Rusly mengatakan tidak pernah mengatakan ciuman dan berpelukan dengan siswa laki-laki merupakan adat dan budaya orang Sabu.
Rusly juga mengakui telah dipanggil dan dimintai keterangan serta penjelasan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sabu terkait video viral tersebut, namun Rusly enggan menjawab materi apa saja yang ditanyakan oleh pihak Dinas Pendidikan Sabu Raijua. (ffs/muu)




