Jakarta, tvOnenews.com- Masih ingatkah anda dengan mantan pelatih timnas Indonesia ini? sosoknya sangatlah populer. Ia sampai sekarang masih aktif melatih.
Mantan pelatih timnas Indonesia ini, punya banyak pengalaman mengasuh pemain diberbagai klub sepakbola Indonesia, salah satunya Persija.
Pelatih ini disapa Coach RD yang merup singkatan dari namanya Rahmad Darmawan. Pria kelahiran Lampung itu, diketahui menjadi pelatih sejak 2000-an sebagai asisten pelatih.
Dibalik sosoknya yang ramah dan tegas ini, Coach RD ternyata punya latar pendidikan yang berbeda dari yang lain. Ternyata Ia merupakan lulusan angkatan laut.
- Madura united
Diketahui, RD melatih timnas Indonesia tidak lama, sebab pelatih tim nasional Indonesia U-23 ini mengundurkan diri pada 13 Desember 2011.
Kemudian melanjutkan kepelatihannya ke klub Pelita Jaya, Persija, Sriwijaya dan Persebaya dan lainnya hingga yang saat ini di Persipura Jayapura.
Lebih lanjut, Rahmad Darmawan pernah menorehkan catatan prestisius dengan mempersembahkan empat gelar Champion. Diantaranya yang diperolehnya dari 2 klub berbeda ditanganinya di Liga Indonesia.
Sisi Lain Rahmad Darmawan- Persija Jakarta
Siapa sangka, ada sisi lain yang orang lain tidak tahu dari Rahmad Darmawan. Dalam bincang di podcast Sport77, ia menceritakan pengalamannya berkiprah sebagai pelatih di usia muda.
"Saya itu memulai karier pelatih ini sudah mulai saya rintis sejak dari awal saya kuliah," ungkapnya dilansir Youtube Sport77.
Ternyata karier pelatihnya itu sejalan dengan jurusan perkuliahannya, Rahmad merupakan alumnus jurusan Kepelatihan di Fakultas Pendidikan Olahraga Kesehatan IKIP Jakarta.
- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra
"Pada saat saya menjadi pemain pun, saya sudah mulai sering disuruh memimpin. Kalau misalkan ada pemanasan, Om Hindarto di Persija, saya paling muda tapi selalu saya disuruh memimpin warm up karena beranggapan saya dari Fakultas Olahraga," ungakp RD menceritakan.
Kemudian Pelatih timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011 ini juga menceritakan. Jika di awal menjadi pelatih dan sempat tidak dipercaya oleh para suporter.



