SALAT Tarawih dan Witir adalah ibadah khas bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Dalam pelaksanaannya, sering muncul keraguan di kalangan jemaah mengenai pembacaan doa iftitah. Mengingat salat Tarawih dilakukan dalam banyak rakaat (biasanya 8 atau 20 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat), apakah doa iftitah wajib dibaca setiap kali memulai salat baru?
Memahami hukum dan pilihan bacaan yang tepat akan membantu Anda meraih kesempurnaan pahala sunah tanpa kehilangan ritme berjamaah bersama imam. Berikut ulasan lengkapnya.
Hukum Membaca Doa Iftitah dalam Salat TarawihHukum membaca doa iftitah dalam salat Tarawih dan Witir adalah sunah muakkad (sunah yang sangat dianjurkan). Karena setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, maka setiap kali Anda melakukan takbiratul ihram untuk memulai dua rakaat baru, hal itu dianggap sebagai satu kesatuan salat yang mandiri.
Oleh karena itu, disunahkan untuk membaca doa iftitah pada setiap rakaat pertama setelah takbiratul ihram di setiap sesi dua rakaat. Jika Anda melaksanakan salat Tarawih 20 rakaat dengan 10 kali salam, maka secara teknis ada 10 kali kesempatan untuk membaca doa iftitah.
Solusi Jika Imam Salat Terlalu CepatSering kali dalam salat Tarawih berjemaah, imam bergerak dengan ritme yang cepat. Jika imam langsung memulai bacaan Al-Fatihah setelah takbir, makmum sebaiknya mendahulukan untuk mendengarkan bacaan imam atau membaca Al-Fatihah sendiri (pada salat sirr).
Dalam kondisi ini, sangat disarankan bagi makmum untuk menggunakan bacaan doa iftitah versi pendek agar tetap mendapatkan pahala sunah tanpa tertinggal gerakan imam.
Rekomendasi Bacaan Iftitah Pendek (Sangat Cocok untuk Tarawih):
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhanakallahumma wa bihamdika wa tabarakasmuka wa ta’ala jadduka wa la ilaha ghairuka.
Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu, Maha Berkah nama-Mu, Maha Tinggi kemuliaan-Mu, dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau."
Bisa juga membaca doa iftitah singkat ini:
الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيهAlhamdu lillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih.
Artinya: "Segala puji bagi Allah pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah di dalamnya."
Dua bacaan di atas sangat cocok digunakan saat salat Tarawih berjamaah agar makmum tidak tertinggal bacaan Al-Fatihah imam.
Penerapan Doa Iftitah pada Salat WitirPada salat Witir, pembacaan doa iftitah bergantung pada cara Anda mengambil jumlah rakaat dan salam:
- Witir 3 Rakaat (2 Kali Salam): Doa iftitah dibaca pada rakaat pertama (sesi 2 rakaat) dan dibaca kembali pada rakaat pertama (sesi 1 rakaat terakhir).
- Witir 3 Rakaat (1 Kali Salam): Jika dilakukan sekaligus 3 rakaat tanpa salam di tengah, doa iftitah hanya dibaca satu kali pada rakaat pertama.
Meskipun sunah, ada beberapa kondisi di mana makmum sebaiknya melewatkan doa iftitah demi menjaga rukun salat yang lain:
Kondisi Tindakan Makmum Imam sudah membaca Al-Fatihah Dianjurkan langsung mendengarkan atau membaca Al-Fatihah. Makmum Masbuq Jika imam akan rukuk, makmum langsung takbir dan menyusul rukuk tanpa iftitah. Ritme Tarawih Sangat Cepat Gunakan doa iftitah versi paling pendek (Subhanakallahumma). Ketentuan Khusus bagi MakmumBagi Anda yang melaksanakan Tarawih secara berjamaah, perhatikan poin-poin berikut:
- Jika imam sudah mulai membaca Al-Fatihah dengan lantang (jahr), makmum dianjurkan untuk diam dan mendengarkan.
- Jika ada jeda antara takbiratul ihram imam dan bacaan Al-Fatihahnya, gunakan waktu tersebut untuk membaca iftitah pendek.
- Jika Anda tertinggal (masbuq) dan imam sudah mulai membaca surat, Anda boleh langsung membaca Al-Fatihah tanpa iftitah.
- Niat salat Tarawih/Witir.
- Takbiratul Ihram.
- Membaca doa iftitah (pilih versi pendek untuk Tarawih).
- Fokus mendengarkan bacaan Al-Fatihah imam.
- Konsisten membaca di setiap awal sesi (setiap kali takbiratul ihram setelah salam).
Membaca doa iftitah pada setiap awal salam salat Tarawih dan Witir adalah keutamaan yang sebaiknya tidak ditinggalkan. Dengan memilih versi bacaan yang pendek, Anda tetap bisa menjalankan sunah Rasulullah SAW dengan sempurna meskipun dalam ritme salat berjamaah yang cepat. (I-2)
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.





