Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi cadangan bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi Timur Tengah yang memanas usai AS-Israel menyerang Iran. Eddy mengatakan pasokan BBM di Indonesia masih lancar.
"Saya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak perlu khawatir karena saat ini kita masih selain memiliki stok BBM 20 hari, tetapi pasokan BBM ke Indonesia masih lancar," kata Eddy kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Anggota Komisi XII DPR RI ini mengatakan RI hanya mengambil 20 persen BBM dari Timur Tengah. Ia mengatakan mayoritas BBM yang didapat Indonesia dari negara yang tak terpengaruh perang di Timur Tengah.
"Kita hanya mengambil 20% dari BBM kita dari Timur Tengah. Sisanya kita ambil dari tempat-tempat lain yang tidak terpengaruh oleh perang di Timur Tengah," ujarnya.
Eddy mengatakan pihaknya akan menghubungi direksi Pertamina untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Ia menyebut jangan sampai publik panik terhadap cadangan BBM ini.
"Oleh karena itu saya juga segera setelah ini akan menghubungi direksi Pertamina Patra Niaga untuk membuat imbauan kepada masyarakat di daerah-daerah yang memang terjadi rush BBM agar mereka bisa ditenangkan," katanya.
Sebelumnya, sejumlah warga di wilayah Aceh diketahui ramai-ramai membeli BBM dengan membawa jeriken. Antrean sampai mengular ke jalan.
Dilansir detikSumut, Jumat (6/3), video antrean warga Aceh Tengah viral di media sosial. Warga mendatangi SPBU dan Pertashop dengan membawa jeriken berbagai ukuran.
Tak hanya di SPBU, warga juga membeli BBM dalam jumlah banyak di pedagang eceran. Rata-rata masyarakat memasukkan minyak mereka ke dalam jeriken.
Selain di Aceh Tengah, antrean itu juga terjadi di lima SPBU Kota Banda Aceh. Bedanya, antrean dipenuhi kendaraan roda dua dan empat. Kendaraan mengantre hingga ke jalan raya sehingga arus lalu lintas sedikit mengalami kemacetan.
(dwr/ygs)





