Saat Trump Bicara Tentukan Pemimpin Baru Iran hingga Akhiri Perang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim memiliki hak untuk ikut menentukan siapa pemimpin baru di Iran. Hingga Kamis (5/3), serangan AS dan Israel ke Iran semakin intensif.

Pernyataan Trump disampaikan saat melakukan wawancara via telepon dengan kantor berita Reuters. Trump menyebut putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei, bukan calon yang didukungnya.

Padahal Mojtaba digadang-gadang sebagai calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya yang tewas akibat serangan AS–Israel pada Sabtu (28/2) lalu.

“Kami ingin terlibat dalam proses pemilihan sosok yang akan memimpin Iran di masa depan,” ujar Trump seperti dikutip dari Reuters.

Sampai saat ini Iran masih belum mengumumkan siapa pengganti Khamenei, yang juga belum dimakamkan. Khamenei tewas dalam serangan hari pertama AS–Israel yang menargetkan ibu kota Teheran.

Trump Klaim Iran Mau Akhiri Perang: Saya Bilang Terlambat, Kami Ingin Berperang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim, Iran menghubungi Gedung Putih untuk membahas kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri perang yang tengah berlangsung.

AS bersama Israel menyerang Iran dalam operasi Epic Fury. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan orang tewas imbas serangan itu.

“Mereka menelepon, mereka bertanya, ‘Bagaimana kita bisa membuat kesepakatan?’” kata Trump di Gedung Putih dikutip dari CNN, Jumat (6/3).

Trump menuturkan, permintaan tersebut datang ketika militer AS dan sekutunya terus melancarkan operasi militer terhadap Iran.

“Saya bilang, kalian agak terlambat. Kami ingin berperang sekarang lebih dari mereka,” ujarnya.

Namun Trump tidak menjelaskan siapa dari pihak Iran yang melakukan kontak tersebut ataupun apakah sudah ada proses negosiasi atau tidak.

Trump Sebut Hanya "Menyerah Tanpa Syarat" dari Iran yang Bisa Akhiri Perang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan “menyerah tanpa syarat” dari Iran adalah satu-satunya yang dapat diterima untuk mengakhiri perang. Ia juga menjanjikan akan membantu membangun kembali ekonomi negara tersebut jika Teheran mematuhi tuntutan itu dan memilih kepemimpinan baru.

“Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran selain menyerah tanpa syarat” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Jumat (6/3) dikutip dari AFP.

Pernyataan itu muncul ketika Israel menggempur target-target di Teheran dan posisi Hizbullah di Beirut. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan segera meningkat secara dramatis.

Trump mengatakan bahwa setelah Republik Islam Iran menyerah, Amerika Serikat dan sekutunya akan bekerja untuk membawa Iran memperbaiki kondisinya.

"Kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya secara ekonomi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada sebelumnya," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drama China The Unclouded Soul, Kisah Tan Songyun dan Hou Minghao Terjebak Konflik Manusia dan Siluman
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Seberapa Besar Sampah Tekstil Amerika hingga Indonesia Diminta Menampung?
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Aksi Arogan Pemotor di Cilandak Jaksel: Lawan Arah, Ancam Warga Pakai Batu
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolri Ungkap Peran Pemerintah Jaga Perdamaian dan Ekonomi di Tengah Konflik Global
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Dampak Pelemahan Ekonomi China ke RI, Purbaya Lakukan Ini
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.