Di Tengah Perintah Serang Iran, Dokumen Esptein Sebut Trump Dituduh Lecehkan Anak 13-15 Tahun

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Di tengah serangan AS-Israel terhadap Iran, publik Amerika di dalam negeri juga sedang hangat-hangatnya mengupas dokumen pesohor Epsetein. Dokumen itu ikut menyeret nama Donald Trump, Presiden AS yang memerintahkan serangan ke Iran. 

Dilansir BBC, dokumen FBI yang merangkum wawancara dengan seorang wanita pembuat tuduhan tentang pelecehan seksual Donald Trump telah dirilis sebagai bagian dari kumpulan berkas Epstein milik Departemen Kehakiman AS (DOJ).

Baca Juga
  • Jaksa Kalah, Delpedro Divonis Bebas, Yusril: Perkara Sudah Final, Pemerintah Menghormati
  • Jelang Haji 2026, DPR Minta Pemerintah Antisipasi Gangguan Penerbangan Akibat Konflik Timur Tengah
  • Polri Dalami Kasus Nabilah O’Brien dalam Dugaan Pelanggaran UU ITE

Rilis ini menyusul laporan bahwa dokumen-dokumen tersebut hilang dari basis data DOJ, yang mendorong Demokrat menuduh para pejabat Washington melakukan penutupan kasus.

DOJ mengatakan bahwa mereka secara keliru menahan berkas-berkas tersebut selama proses peninjauan karena telah 'salah dikodekan sebagai duplikat'.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Memo tersebut menggambarkan serangkaian wawancara pada 2019 dengan wanita tersebut, yang membuat klaim terhadap Trump dan Jeffrey Epstein. Presiden secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait dengan perkara Epstei, pelaku kejahatan seksual tersebut.

Menurut salah satu dari tiga memo tersebut, wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada agen FBI selama wawancara bahwa ia dikenalkan kepada Trump oleh Epstein pada 1980-an ketika ia masih remaja. Wanita itu menuduh kedua pria tersebut melakukan pelecehan seksual terhadapnya ketika ia berusia antara 13 dan 15 tahun.

Menurut berkas-berkas tersebut, agen FBI tidak lagi berhubungan dengan wanita itu setelah wawancara.

Tidak jelas apakah Trump dan Epstein saling mengenal selama periode waktu yang diklaim wanita tersebut sebagai waktu terjadinya insiden tersebut.

Dalam pernyataan yang menanggapi tuduhan yang baru dipublikasikan, Gedung Putih mengatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan tak didukung oleh bukti yang kredibel.

"Seperti yang telah kami katakan berkali-kali, Presiden Trump telah sepenuhnya dibebaskan dengan dirilisnya Berkas Epstein," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ora Sepele, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Serukan Revolusi Terbukti Dimulai dari Pati!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Persib Pantau Cedera Febri Hariyadi Meski Sedang Dipinjamkan ke Persis Solo
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Memelihara Posisi Dominasi Dolar dalam Perang AS-Israel Versus Iran
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Mediasi Deadlock, Azizah Salsha Tutup Pintu Damai: Bigmo dan Resbob Resmi Jadi Tersangka
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
• 20 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.