Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengeluarkan imbauan perjalanan atau travel warning bagi warganya untuk menunda bepergian ke kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
Imbauan tersebut disampaikan Eri Cahyadi di sela kegiatannya di kawasan Tambaksari, Surabaya.
Ia meminta agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya ke wilayah terdampak konflik, hingga situasi dipastikan benar-benar kondusif.
"Saya sampaikan, ketika kondisi Timur Tengah lagi panas begini karena ada perang, agar tidak ke luar negeri dahulu," ujar Eri kepada wartawan, Jumat 6 Maret 2026
Pemerintah kota juga menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi lintas instansi guna memastikan data warganya yang berada di zona merah konflik.
Selain melarang sementara keberangkatan, Eri Cahyadi mengingatkan warga Surabaya yang saat ini sudah berada di Amerika Serikat maupun kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan secara ekstrem.
"Saya harapkan warga hati-hati karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan ke Timur Tengah. Jadi warga Surabaya lebih hati-hati yang ada di sana," katanya menegaskan.
Pemkot Surabaya saat ini aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mendata warga Surabaya yang berada di kawasan konflik. Salah satu koordinasi dilakukan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Surabaya untuk kemudian diteruskan ke Kementerian Agama pusat.
Pendataan tersebut diduga mencakup beberapa klaster, seperti jemaah umrah, mahasiswa, hingga pekerja migran ber-KTP Surabaya yang berada di negara-negara terdampak konflik.
Situasi kawasan memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada Sabtu 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan mengirim rudal ke Israel serta sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi basis militer Amerika Serikat, seperti Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.
Di tengah ketegangan yang terus meningkat, Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan dan memberikan informasi terkini.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan resmi pemerintah dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi hingga kondisi dinyatakan aman.
Editor: Redaksi TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

