Pemerintah Naikkan Pungutan Ekspor CPO, Cek Emiten Sawit Pilihan Analis

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah resmi menaikkan pungutan ekspor CPO menjadi 12,5% dari 10% pada awal Maret ini. Dengan kenaikan pungutan ini, sejumlah saham CPO dapat dipertimbangkan investor.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menjelaskan dengan kenaikan levy CPO ini, maka investor sebaiknya menghindari eksportir CPO mentah. Dia menyarankan agar investor dapat melakukan rotasi ke emiten terintegrasi hulu-hilir, atau yang fokus pada pasar domestik. 

“Kenaikan pungutan ekspor langsung menggerus margin laba,” tutur Wafi, Jumat (6/3/2026).

Sebaliknya, lanjut Wafi, emiten dengan fasilitas refinery lebih tangguh karena beban kenaikan tarifnya lebih ringan. Sementara itu, penjualan CPO domestik tidak terdampak kebijakan ini.

Adapun Wafi memberikan rekomendasi untuk mencermati saham SMAR, SIMP, TAPG, AALI, dan LSIP dengan sentimen ini.

Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan di awal tahun 2026 Pemerintah telah memutuskan untuk tetap menjalankan mandatori B40 dan membatalkan rencana implementasi B50 di tahun ini. Keputusan tersebut mempertimbangkan kesiapan teknis dan keterbatasan pendanaan untuk subsidi biodiesel.

Baca Juga

  • Musim Panen Sawit Grup Salim
  • Deforestasi karena Ekspansi Sawit Stabil Secara Nasional, Meningkat di Papua
  • Bayar Denda Rp2,33 Triliun ke Satgas PKH, Emiten Sawit Anthoni Salim (SIMP) Layangkan Surat Keberatan

Seiring keputusan tersebut, pemerintah juga menaikkan pungutan ekspor CPO menjadi 12,5% dari 10%, efektif 1 Maret 2026. Pungutan untuk produk turunan juga naik 2,5%. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas pendanaan subsidi biodiesel oleh BPDPPKS agar pendistribusian subsidi tetap berjalan.

“Dari sisi emiten, dampaknya cenderung negatif bagi produsen CPO yang berorientasi ekspor. Kenaikan levy menekan harga dan margin, serta berpotensi menurunkan daya saing dibanding Malaysia,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Dari sisi pemilihan emiten, Phintraco Sekuritas menilai strategi yang dapat dipilih oleh para investor adalah dengan fokus pada emiten dengan eksposur downstream dan pasar domestik yang lebih besar. Hal tersebut karena emiten-emiten ini cenderung lebih resilien terhadap kenaikan levy dan fluktuasi ekspor. 

Adapun emiten CPO pilihan Phintraco Sekuritas yang bisa diperhatikan dan pertimbangkan dengan kenaikan levy ini adalah TAPG dan DSNG.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelindo Regional 4 Pastikan Kesiapan Pelabuhan Makassar Menjelang Arus Mudik Lebaran
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Purbaya Bakal Roadshow ke Luar Negeri Usai Kredibilitas Fiskal Disorot Fitch Cs
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
BNPB: Potensi Karhutla Mulai Muncul di Sejumlah Wilayah
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Desak Iran Menyerah Tanpa Syarat, Pilih Pemimpin Baru yang Pro-AS
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Hari Terakhir! Lowongan Kerja Bisnis IPB University Maret 2026, Buka 12 Posisi
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.