jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muhammad Natsir membantah anggapan yang menyebut program makan bergizi gratis (MBG) memangkas anggaran pendidikan.
Hal ini disampaikan Natsir dalam diskusi yang digelar Jakarta Journalist Center, bertajuk "Outlook Ekonomi 2026: MBG Investasi Bangsa", Jumat, (6/3).
BACA JUGA: Menu MBG Ramadan Diprotes Orang Tua Siswa, Sufmi Dasco Merespons
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto justru memprioritaskan pendidikan melalui pembangunan sekolah rakyat.
"MBG tidak memutus akses pendidikan. Faktanya Presiden Prabowo telah membangun ratusan sekolah rakyat di seluruh wilayah Indonesia," lanjutnya.
BACA JUGA: Mau Awasi MBG? Ayo Viralkan Menu Tak Layak Dikonsumsi!
Di masa depan, kata Natsir, perang bukan hanya angkat senjata, tetapi yang paling nyata justru perang ideologis dan mengintai anak-anak.
"Jadi, MBG bukan sekedar memperbaiki gizi anak-anak, tetapi menjaga ketahanan bangsa," tegasnya.
Natsir menilai dampak program MBG justru mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dengan sangat luar biasa. Banyak sektor ekonomi yang tumbuh karena program tersebut.
"Seperti di NTT, bahan MBG diambil dari hasil pertanian warga. Sehingga petani juga merasakan dampak positif dari MBG ini," kata Natsir.
Natsir mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Hal ini cukup dimaklumi, lantaran program ini baru dijalankan selama kurang lebih setahun.
"Jadi, jangan dibandingkan dengan negara maju yang sudah melakukan (MBG) puluhan tahun. Kita ini masih bisa dibilang baru seumur jagung," jelasnya.
Menurut Natsir, memang perlu evaluasi pelaksanaan program MBG, untuk meminimalisir peristiwa yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan cara memperketat pengawasan pelaksanaan MBG.
"Yang penting sekarang pengawasan agar tak ada yang keracunan, bukan justru mendesak pemerintah berhentikan MBG," kata dia.
Selain Natsir, diskusi ini juga dihadiri oleh Presiden BEM Nusantara DKI Jakarta, Imran Ghifari dan Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.(mcr8/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra




